Turki Klaim Berhasil Rebut 112 Desa di Afrin

Ilustrasi Operasi Afrin/ Anadolu

ANKARA – Wakil perdana menteri Turki dan juru bicara pemerintah mengatakan  hampir setengah dari wilayah di Afrin Suriah sekarang berada di bawah kendali militer Turki.

Berbicara setelah sebuah pertemuan kabinet di Ankara, Bekir Bozdag mengatakan,  “Dalam Operation Olive Branch, sejauh ini 112 desa, 30 posisi kritis, dan total 142 tempat telah terkendali.”

Juru bicara pemerintah mengatakan, dikutip Anadolu,  702 dari 1.920 kilometer persegi (271 dari 741 mil persegi) sejauh ini telah terkendali di wilayah Afrin, Suriah.

Dia juga mengatakan 2.795 teroris telah “dinetralisir” sejak dimulainya operasi tersebut.

Otoritas Turki sering menggunakan kata “dinetralisir” dalam pernyataan mereka untuk menyiratkan teroris yang bersangkutan menyerah atau terbunuh atau tertangkap.

Pada 20 Januari, Turki meluncurkan Operation Olive Branch untuk membersihkan teroris YPG / PKK dan ISIS dari Afrin, Suriah barat laut.

Menurut Staf Umum Turki, operasi tersebut bertujuan untuk membangun keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut serta untuk melindungi orang-orang Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.

Operasi tersebut dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, hak pembelaan diri berdasarkan piagam PBB, dan penghormatan terhadap integritas wilayah Suriah, katanya.

Militer juga mengatakan bahwa hanya target teror yang dihancurkan dan bahwa “perhatian sepenuhnya” diambil untuk menghindari penyalahgunaan warga sipil.

“Sejauh ini, organisasi teroris ISIS telah melakukan 20 serangan teroris di negara kita, 310 orang telah kehilangan nyawa mereka, dan 967 orang telah terluka,” kata Bozdag.

Bozdag melanjutkan untuk menyoroti perang Turki melawan ISIS,  mencatat bahwa antara 2011-2018, 4.043 teroris ISIS telah ditangkap di Turki, 1.858 di antaranya adalah orang asing.

Pasukan keamanan Turki telah terlibat dalam sebuah kampanye yang telah lama berjalan untuk menggagalkan serangan ISIS.

Advertisement