ANKARA – Turki mengklaim telah memberi tahu AS, Rusia, AS, Jerman, Prancis, Italia, NATO, dan PBB tentang Operasi Perdamaiannya di Suriah.
“AS, Federasi Rusia, Jerman, Prancis dan Italia, NATO dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa diberitahu tentang Operasi Musim Semi Perdamaian mulai Rabu (9/10/2019),” ungkap Kementerian Pertahanan Nasional Turki, dilaporkan Anadolu.
Turki pada Rabu mengumumkan peluncuran operasi militer di sebelah timur Sungai Eufrat di Suriah utara untuk mengamankan perbatasannya dengan menghilangkan unsur-unsur teroris untuk memastikan kembalinya pengungsi Suriah yang aman dan integritas teritorial Suriah.
Turki mengatakan kelompok teroris PKK merupakan ancaman terbesar bagi masa depan Suriah, yang membahayakan integritas teritorial dan struktur kesatuan negara.
Turki juga menekankan bahwa mendukung teroris dengan dalih memerangi ISIS tidak dapat diterima.
Turki memiliki perbatasan 911 kilometer (566 mil) dengan Suriah dan telah lama mengecam ancaman para teroris di timur Sungai Eufrat dan pembentukan “koridor teroris” di sana.
Turki berencana untuk memukimkan kembali dua juta warga Suriah di zona aman seluas 30 km (19 mil) yang akan didirikan di Suriah, membentang dari Sungai Efrat ke perbatasan Irak, termasuk Manbij. Namun, kehadiran kelompok teror seperti PKK, PYD, dan YPG berisiko menghancurkan rencananya.





