TURKI – Parlemen Turki pada hari Rabu memperbincangkan sebuah RUU yang akan memungkinkan pasukannya untuk ditempatkan ke sebuah pangkalan Turki di Qatar, menyusul perseteruan antara Doha dan tetangganya di Teluk.
Langkah tersebut merupakan sinyal dukungan dari Turki ke Qatar setelah tujuh negara memutuskan hubungan diplomatik dan hubungan transportasi utama dengan negara kaya gas tersebut.
Negara-negara Arab menuduh Qatar mendukung ekstremisme, sebuah tuduhan yang dengan tegas telah disangkal Doha.
Turki mengatakan bahwa pihaknya siap untuk membantu meredakan perselisihan. Anggota parlemen mengatakan kepada AFP bahwa parlemen akan membahas pelaksanaan kesepakatan pertahanan Qatar-Turki yang disepakati pada akhir 2014.
Bagian dari kesepakatan tersebut melihat pembukaan sebuah pangkalan militer Turki di Qatar, dan mengizinkan latihan gabungan dan kemungkinan angkatan bersenjata Turki ditempatkan di wilayah Qatar.
Anggota parlemen Keadilan dan Pembangunan (AKP) Taha Ozhan mengatakan bahwa kesepakatan tersebut telah melewati tahap panitia dan sekarang akan dibahas oleh parlemen utama.
Sezgin Tanrikulu, seorang anggota parlemen dari Partai Rakyat Republikan oposisi utama (CHP), mengatakan 80 tentara telah dikirim ke markas untuk mempersiapkan fasilitas militer pertama Turki di kawasan Teluk.
Turki memiliki hubungan dekat dengan Qatar termasuk di sektor energi, namun juga menjaga hubungan baik dengan negara-negara Teluk lainnya.
Selama konflik Suriah enam tahun, Doha dan Ankara telah mendukung pemberontak yang berusaha menggulingkan Presiden Bashar al-Assad.





