Turki Siap Fasilitasi Akses Kemanusiaan untuk Warga Sipil di Afrin

Militer Turki berjaga di Afrin/ AFP
WASHINGTON – Koordinator Bantuan Darurat PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Bantuan Darurat PBB Mark Lowcock mengatakan Turki bersedia untuk memfasilitasi akses kemanusiaan di Afrin.

“Pihak berwenang Turki telah menekankan kepada kami kesediaan mereka untuk memfasilitasi akses kemanusiaan,” kata Lowcock yang menginformasikan Dewan Keamanan PBB (DK PBB) tentang perkembangan kemanusiaan di Suriah.

“Kami ingin melihat konvoi bantuan lari dari Damaskus tapi sejauh ini belum disepakati di pihak Suriah.”

Selain itu, dia mengatakan bahwa warga sipil yang ingin melarikan diri Afrin terus berhenti di titik keluar dan mencegah untuk mengakses daerah yang lebih aman oleh teroris PYD / PKK, yang oleh penduduk sipil digambarkan sebagai “pemerintah daerah”.

Turki pada 20 Januari meluncurkan Operation Olive Branch untuk menghapus teroris PYD / PKK dan Daesh dari Afrin.

Afrin telah menjadi tempat persembunyian utama bagi PYD / PKK sejak Juli 2012, ketika rezim Assad di Suriah meninggalkan kota ke kelompok teror tanpa perlawanan.


PKK terdaftar sebagai kelompok teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa, yang telah melakukan kampanye teror melawan Turki selama lebih dari 30 tahun, menewaskan hampir 40.000 orang.

Lowcock juga menunjukkan bahwa PBB siap memberikan bantuan kemanusiaan ke 10 wilayah yang berbeda yang semuanya dikepung namun akses ke daerah-daerah ini masih dilarang meski ada resolusi gencatan senjata UNSC.

Beralih ke situasi Ghouta Timur, dia mencatat bahwa situasi kemanusiaan di lapangan belum membaik dengan cara apa pun, tidak ada evakuasi medis yang terjadi, dan bahwa warga sipil tidak dapat meninggalkan wilayah tersebut.

“Lebih banyak pemboman, lebih banyak pertempuran, lebih banyak lagi kematian, lebih banyak penghancuran, lebih banyak perempuan dan anak-anak, lebih banyak kelaparan pada wanita dan anak-anak Lebih kelaparan Lebih banyak kesengsaraan Lebih banyak lagi, dengan kata lain,” ungkapnya, dilansir Anadolu.

Advertisement