GUNUNGKIDUL – 20 wisatawan di Pantai Sepanjang, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari Gunungkidul terserang sengatan ubur-ubur beracun.
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Surisdiyanto, mengatakan terdapat sedikitnya 20 wisatawan yang tersengat ubur-ubur beracun, enam diantaranya tidak mengalami cidera yang serius.
Dia menjelaskan serangan ubur-ubur pertama kali terjadi Minggu (13/8/2017) sekitar pukul 10.00 WIB saat kondisi pantai mulai ramai. Awalnya rombongan wisatawan asal Klaten dan beberapa wisatawan dari daerah lain tengah berwisata di Pantai Sepanjang.
Saat sejumlah wisatawan mulai asyik bermain air di bibir pantai, mereka mengeluhkan sakit di bagian kaki, seperti tersengat sesuatu.
Tim SAR langsung mendatangi korban dan melihat bintik-bintik merah di kulit yang merupakan akibat tersengat ubur-ubur beracun atau impes. “Mereka langsung kami evakuasikan. Setelah ditelusuri ternyata serangan ubur-ubur beracun,” ujarnya.
Wisatawan yang menjadi korban sengatan ubur-ubur tersbut mengeluhkan gatal-gatal di bagian yang tersengat, sakit perut, dan sebagian lagi mengalami sesak napas. Para korban langsung dibawa ke Pos SAR untuk diberikan pertolongan. Sebanyak tiga korban yang mengalami sesak napas langsung diberikan oksigen.
Petugas SAR juga mengusapkan alkohol di bagian tubuh yang terkena sengatan ubur-ubur untuk meredam rasa sakit yang ditimbulkannya. Kendati banyak terjadi korban, namun tidak sampai menimbulkan luka ataupun sakit yang serius.
Surisdiyanto mengatakan, serangan impes ini baru terjadi di Pantai Sepanjang saja. Sementara pantai-pantai lain di Gunungkidul belum terdapat laporan sengatan ubur-ubur beracun. “Pantai lain masih aman, baru pantai sepanjang yang ada laporan wisatawan tersengat,” ujarnya, dikutip Harianjogja.




