UE Tidak Kompak Mengembargo Rusia

Rencana Uni Eropa mengembargo produk minyak Rusia tidak berjalan mulus karena sejumlah anggotanya masih tergantung pasokan dari negeri itu.

RENCANA Uni Eropa (UE) untuk mengenakan sanksi embargo minyak mentah dan gas alam Rusia tidak disepakati oleh seluruh anggotanya karena sebagian masih tergantung pasokan energi dari negara itu.

Embargo UE dirancang sebagai reaksi atas invasi Rusia ke Ukraina sejak 24 Feb. lalu masih memicu sikap pro-kontra di antara 27 kepala pemerintahan atau negara anggota UE yang bertemu di Brussel, Senin (30/5).

Seruan agar UE segera menjatuhkan sanksi terhadap produk energi Rusia dilontarkan berkali-kali oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky karena hanya dengan itu diharapkan pasukan Rusia  segera ditarik dari Ukraina.

Penolakan rencana aksi tersebut dilakukan oleh negara-negara bekas anggota Pakta Warsawa di bawah Uni Soviet yakni Bulgaria, Czech, Hongaria dan Slowakia  yang selama in tergantung pasokan energi dari Rusia. Bahkan Hongaria mendapatkan 60 persen minyak bumi dan 85 persen gas dari Rusia.

PM Hongaria Viktor Orban bersikeras agar rencana embargo minyak Rusia tidak diagenakan pada KTT UE mendatang, namun para dubes UE yang melakukan pertemuan sebelumnya mengisyaratkan, UE telah mencapai kompromi terkait hal itu.

Dewan Eropa Sepakat

Seorang pejabat UE yang menolak disebutkan namanya menyebutkan, Dewan Eropa akan mencapai kesepakatan terkait pengenaan embargo, (31/5) mencakup lebih dua pertiga jumlah impor minyak Rusia atau seluruh minyak yang diimpor melalui laut.

UE sejauh ini telah menjatuhkan lima paket sanksi ekonomi terhadap Rusia pasca invasi negara it uke Ukraina 24 Feb. lalu, menyasar lebih seribu subyek termasuk Presiden Vladimir Putin, pejabat tinggi, konglomerat dan para bankir Rusia.

Sementara paket embargo ke-6 antara lain mencakup impor minyak bumi Rusia diumumkan  4 Mei lalu, namun pelaksanaannya tertunda karena adanya penolakan dari sejumlah negara UE.

Menurut Presiden Komisi Eropa  Ursula von der Leyen, paket sanksi ke-6 mencakup penghentian bertahap impor minyak mentah Rusia selama enam bulan dan impor produk kilang Rusia pad akhir 2022.

Sebelum KTT Brussel digelar, sejumlah petinggi UE menyebutkan, solusi atas kebuntuan rencana embargo bisa diraih dengan fokus hanya menyasar minyak yang diangkut dengan kapal tanker, sedangkan yang dialirkan dari pipa ke Hongaria dikecualikan.

Selain embargo ekspor energi, larangan perjalanan bagi individu dan pembekuan asetnya,  Rusia juga dikucilkan dari mekanisme transfer pembayaran global (SWIFT), namun demikian sejauh ini Rusia masih bergeming dan terus memperkuat cengkeramannya atas Ukraina. (AP/ns)

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement