Ukraina Mulai Lancarkan Serangan Balasan

Tak hanya bertahan terhadap gempuran pasukan Rusia, Ukraina juga mulai melancarkan ofensif menyerang pangkalan-pangkalan Rusia.

PERANG Rusia – Ukraina yang berlangsung sejak 24 Februari makin sengit, bahkan tentara Ukraina yang kalah jauh dalam jumlah dan persenjataan dari lawannya, tak saja mampu bertahan, kini mulai melancarkan ofensif atau serangan balasan.

Berita teranyar, ledakan besar dilaporkan terjadi di depo bahan bakar dekat pangkalan udara Vostochny di kota Kursk, 90 Km dari perbatasan Ukraina, Selasa (6/12)  akibat serangan pesawat nirawak  pasukan Ukraina.

Gubernur Kursk segera memerintahkan libur sekolah yang ada di sekitar lokasi dan menyebutkan tidak ada korban jiwa akibat serangan tersebut.

Sehari sebelumnya terjadi serangan di pangkalan udara Engels-2 di Saratov (685 Km dari perbatasan Ukraina)  dimana Rusia  menempatkan puluhan bomber strategis TU-160M Black Jack dan TU-95 Bear untuk menyiapkan serangan udara mematikan ke Ukraina.

Pangkalan Udara Rusia di Ryazan yang hanya berjarak 183 Km dari Lapangan Merah, Moskow juga dilaporkan diserang oleh sejumlah drone diduga dipandu oleh pasukan Ukraina yang disusupkan dekat titik sasaran.

Pasukan Ukraina juga dilaporkan melancarkan serangan dengan peluncur roket multi laras (MLRS) ke kota Donetsk, Senin dan Selasa lalu (5 dan 6 Des.).

Donetsk, Luhansk, Zaporizhia dan Kherson adalah empat wilayah Ukraina yang dianeksasi sepihak oleh Rusia awal Oktober lalu, menyusul pencaplokan Semenanjung Krimea pada 2014.

Pukulan telak dialami Rusia, a.l tenggelamnya kapal penjelajah  kebanggan AL Armada Laut Hitam, Moskwa medio April lalu, runtuhnya jembatan vital penghubung antara daratan Rusia dan Krimea (Okt.) yang dicaploknya pada 2014 akibat sabotase dan penarikan pasukan dari P. Ular (akhir Juni).

Ribuan tentara Rusia yang dikerahkan untuk merebut ibukota Ukraina, Kyiv juga hanya sampai luar kota, lalu mundur April lalu setelah mengallami kerugian besar akibat taktik perang kota yang dilancarkan pasukan Ukraina. Setelah itu, pasukan Rusia juga menarik diri dari Chernihiv di Ukraina utara.

Perang yang jelas hanya menimbulkan kerugian dan malapetaka, tak saja bagi kedua belah pihak yang bertikai, tetapi juga negara-negara lain akibat terganggunya rantai pasok pangan dan melonjaknya harga energi global.

Walau tidak diketahui jumlah korban yang pasti, Rusia dan Ukraina masing-masing diperkirakan sudah kehilangan sekitar 100-ribu anggota pasukannya, belum lagi warga sipil yang menjadi korban serta rusaknya prasarana dan sarana publik. (AP/AFP/Reuters)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement