WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump akhirnya pada Selasa megumumkan rencana kesepakatan abad ini untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina.
“Ini adalah proposal paling detail yang pernah diajukan sejauh ini,” kata Trump di Gedung Putih bersama perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Trump menyampaikan masalah Palestina memerlukan solusi berbasis fakta. “Itulah sebabnya proposal kami memberikan solusi taktis yang tepat untuk membuat warga Israel, Palestina, dan kawasan lebih aman dan makmur,” ujar Trump.
Dalam proposal ini, Trump menegaskan Yerusalem akan tetap menjadi “ibu kota Israel yang tidak akan terbagi”.
Keputusan ini sebelumnya telah memicu ketegangan saat Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Desember 2017.
“Di bawah visi ini, Yerusalem akan tetap menjadi ibu kota Israel yang tidak terbagi. Tapi itu bukan masalah besar, karena saya sudah melakukannya untuk Anda, bukan?” ujar Trump, dilaporkan Anadolu.
Trump memberikan pengarahan kepada Netanyahu dan pemimpin oposisi Israel Benny Gantz soal rencana perdamaian lewat proposal setebal 80 halaman itu.
Netanyahu berterima kasih kepada Trump atas “kesepakatan fantastis,” ini dan mengatakan setuju untuk “menegosiasikan perdamaian dengan Palestina” berdasarkan proposal Trump.





