FILIPINA – Presiden Rodrigo Duterte mengecam Uni Eropa (UE)Â karena membuat statistik tentang korban perang obat-obatan di negara itu.
Berbicara di Malacanang pada Rabu (25/10/20160, Duterte mengatakan bahwa Uni Eropa bisa ‘masuk neraka’ jika tidak mendengarkan penjelasan utusan khusus untuk UE, mantan Senator Edgardo Angara.
Duterte mengungkapkan bahwa dia telah memberi tahu Angara bagaimana menangani orang-orang Eropa mengenai isu kampanye anti-narkoba pemerintah.
“Senator Angara, saya menunjuknya sebagai utusan ke UE. Saya telah mencoba untuk menjelaskannya kepada mereka, tapi saya berkata kepada mereka, jika mereka mendengarkan Anda, Tuan, baiklah, jika tidak, mereka semua bisa masuk neraka,” ujarnya murka.
Dia pun mengingatkan bahwa kecaman tersebut pernah dilontarkannya untuk Presiden Amerika Serikat Barack Obama atas komentarnya melawan perang narkoba.
Duterte tampak tidak terpengaruh oleh laporan Uni Eropa tentang hak asasi manusia dan demokrasi pada tahun 2016 yang menemukan bahwa sebuah budaya impunitas tetap ada di negara ini dan bahwa situasi hak asasi manusia memburuk pada semester kedua tahun sebelumnya.
Uni Eropa telah mengancam akan menuntut Duterte di hadapan pengadilan internasional karena perangnya terhadap narkoba.
“Silakan saja, tidak masalah, tapi beri saya audiens yang berpendidikan. Makanya saya mengerti bahwa mereka bisa sangat bodoh dalam hal itu, hampir tidak dikenal,” katanya, dilansir Anadolu.





