Unicef Serukan Pembebasan Anak Rohingya yang Ditahan di Penjara

Ilustrasi Pengungsi rohingya di Bangladesh/ AFP
MYANMAR – Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) telah menyerukan pembebasan anak-anak Rohingya yang ditahan oleh pemerintah Myanmar sebagai bagian dari tindakan kekerasan berat  pada kelompok minoritas Muslim di negara bagian Rakhine.

Badan internasional membuat permohonan untuk  pemimpin Aung San Suu Kyi pada Sabtu (8/4/2017) setelah merinci penderitaan sekitar belasa n anak di bawah umur yang ditahan di penjara Buthidaung di Rakhine.

“Ada beberapa anak yang ditahan di penjara, sehingga mereka adalah kasus yang kita besarkan,” ujar Justin Forsyth, wakil direktur eksekutif unicef , mengatakan pada akhir perjalanan singkat ke negara Asia Tenggara.

“Setiap anak yang ditahan adalah masalah bagi kami.” tuturnya, dilansir Press TV.

Hampir 75.000 orang telah melarikan diri dari mayoritas Muslim bagian utara Rakhine ke Bangladesh sejak militer Myanmar meluncurkan tindakan keras sana pada bulan Oktober 2016, menurut laporan PBB.

Dalam sebuah wawancara televisi dengan media Inggris BBC pekan lalu, Suu Kyi menyatakan penyangkalannya atas kekerasan yang dilakukan terhadap kaum minoritas dan ia juga tidak membenarkan jika yang terjadi merupakan pembersihan etnis Rohingya.

Advertisement