
MESKI polisi melarang mudik pakai motor, dan pemerintah memfasilitasi mudik gratis sementara motornya diangkut gratis pula oleh negara, masih juga ditemukan jutaan pemudik dengan roda dua. Di samping layanan gratis ini takĀ bisa menampung seluruhnya animo pemudik, masyarakat yang sedang rindu kampung halaman tak mau ribet karena harus daftar dulu. Maka ketika googling sampai H-2 Idul Fitri 1444 H, banyak ditemukan ulah para pemudik yang unik-unik.
Ketika mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI beberapa minggu lalu, Menhub Budi Karya Sumadi menyebutkan bahwa Kementerian Perhubungan telah memperkirakan setidaknya akan ada sebanyak 25,13 juta pemudik yang menggunakan sepeda motor. Sesungguhnya perjalanan jauh dengan kendaraan roda doa itu sangat rawan kecelakaan.Ā Karenya pemerintah memfasilitasi dengan mudik pakai bis, sementara motornya diikutkan pula pakai truck. Semuanya gratis.
Tapi ciri khas orang Indonesia kan banyak yang suka bervivery-verycoloso (nyerempet bahaya) sebagaimana kata Bung Karno. Maka pada Lebaran 1444 H ini, ditemukan orang nekad seperti Marpaung, warga Kampung Muka, Pademangan, Jakarta Utara. Dia telah bersiap menuju ke Pemalang (Jateng) kampung istrinya dengan motor gerobak Viar sebagai kendaraannya bersama keluarga. Agar nyaman, ia memodifikasi kabin belakangnya menggunakan terpal dan rangka kayu. Jarak Jakarta ā Pemalang tidak kurang dari 300 Km. Dengan melalui jalur pantura diprediksi 9 jam telah sampai.
Orang nekad lainnya adalah Sarban (51), warga Tangerang. Dengan mengajak 6 anggota keluarganya dia dengan pedenya mengajakĀ pulang ke Indramayu. Seperti Marpaung Kampung Muka, dia juga memodifikasi motor gerobak Viar sehingga menjadi kendaraan mudik yang dijejali 6 orang dan barang. Tapi baru sampai Jakarta sudah āketangkepā oleh Kapolda Metro Irjen Karyoto saat meninjau pos layanan pemudik. āLain kali kalau mudik pakai bis saja ya….ā, saran Kapolda.
Kenapa Marpaung dan Sarban memilih pakai motor gerobak hasil modifikasi non karoseri, karena mereka ingin menekan anggaran selama perjalanan dan di udik sana nanti. Pakai bis satu orang bisa kena Rp 300.000,- Padahal di kampung halaman sana, pemudik cap apapun harus siap jadi sinterklas atau ādermawanā, bagi-bagi BLT sebagaimana Kementrian Sosial. Maklum, sanak famili di kampung selalu menganggap orang kerja di Jakarta pastilah sukses.
Karena alasan seperti itulah Madraāi (30), ketika dari Kuta Bali mau mudik ke Pulau Raas Kabupaten Sumenep (Madura), harus menyewa motor Yamaha Nmax. Sebagai pedagang nasi goreng keliling di Bali, Madraāi hanya memiliki motor butut. Tapi agar nampak mapan di kampungnya, dia rela menyewa motor bagus selama beberapa hari. Di Bali ongkos sewa motor memang murah. āSudah biasa sebelum mudik pada sewa motor bagus ke kampung.ā Kata Madraāi.
Unik tapi konyol adalah ulah Adam (35) pemudik dari Jakarta tujuan Kediri. Dengan mengajak istrinya, Siti Aminah dan anaknya yang masih balita, mereka bertekad mudik ke kota tahu Kediri dengan sepeda motor. Sampai di Brebes Adam salah jalan, sehingga istri dan anaknya diturunkan dulu, sementara suami bertanya pada seseorang. Begitu sudah menemukan jalan yang benar, seketika dia lupa pada anak istri, dan ngebutlah ke arah timur.
Ketika sampai Pemalang, Adam baru sadar istri dan anaknya tertinggal, ketika mendengar dering HP-nya. Begitu dibuka, busyet…….ada 20 panggilan dari nomer polisi Brebes. Kata polisi anak istrinya tertinggal di Brebes. Aduh, Adam baru sadar akan kepikunannnya. Untung polisi berbaik hati. Ketimbang Adam balik kembali, anak istrinya diantar polisi ke Pemalang untuk dipertemukan dengan suami. Untung Adam suami Siti Aminah, bukan Siti Hawa yang untuk bertemu dengan Adam jeda waktu sampai 300 tahun.
Paling unik dan super konyol adalah ulah sopir tembak Chandra (27) dari Lampung. Disewa orang untuk bawa mobil mudik dari Jambi ke Purworejo (Jateng), justru sengaja bermain-main dengan 9 nyawa penumpangnya. Bagaimana tidak? Dari Jambi sampai daerah Banyumas dia ngebut terus, sampai beberapa kali mobil itu hampir nabrak kendaraan dari lawan arah. Ditegur Takwa (62) pemilik mobil Fortuner B B-1549-NCO, jawabnya malah seperti orang kesambet, āMati bersama ya nggak papa!ā
Saat-saat sial itu terjadi pukul 03:00 Rabu 19 April lalu. Ketika mobil tiba di lintasan KA Desa Kradenan Kecamatan Sumpyuh, justru oleh sopir gila itu mobil dibelokkan ke kiri menyusuri rel KA dan kemudian berhenti melintas tepat di atas jembatan KA. Gara-gara ulah sopir sableng ini, jalur KA dari Bandung dan Jakarta arah Kutoarjo atau sebaliknya terhenti sampai pukul 11:00.
Fortuner itu baru bisa dievakuasi setelah dilepas roda-rodanya dan kemudian ditarik pakai lokomotif. Kata Chandra saat diperiksa polisi, dia merasa dikejar-kejar orang. Rupanya ini halusinasi akibat menelan pil sabu, katanya untuk mencegah kantuk di perjalanan. Sopir ingin menghindari tidur, para penumpangnya hampir saja tidur panjang untuk selamanya. (Cantrik Metaram)




