Unjuk Rasa Mahasiswa #SaveRohingya di Kedubes Myanmar

SaveRohingya
#SaveRohingya

JAKARTA (KBK) – Sebagai bentuk keprihatinan terhadap kasus kemanusiaan yang menimpa kaum Rohingya Myanmar, puluhan mahasiswa gelar aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar Myanmar Jakarta.

Selain mahasiswa aksi ini juga didukung dari Satuan Pembela Islam, Tim Advokasi Muslim Indonesia, Perhimpunan Mahasiswa Muslim Indonesia dan BEM dari berbagi kampus di Jakarta. Afan Fatsey BEM Universitas Ibnu Khaldun Jakarta dalam orasinya mengatakan pemerintah Indonesia jangan tinggal diam menyikapi bencana kemanusiaan yang tengah terjadi di Myanmar.

“Pemerintah Indonesia harus memutus hubungan diplomatik dengan Myanmar. Pemerintahan Jokowi harus memberikan perhatian terhadap kaum Rohingya, ” kata Afan dalam orasinya, di depan kantor dubes Myanmar, Jakarta (25/11).

Selain itu para demonstran juga mengutuk dan meminta Kedutaan Besar Myanmar untuk tutup. Aksi pembataian yang terjadi di etnis Rohingya dikatakan Afan merupakan tidak berdayanya PBB menangani kasus kemanusiaan.

“PBB semestinya jangan tinggal diam. Kita mengutuk pemerintahan Myanmar. Kami di sini hadir karena tidak tega melihat saudara kami dibantai dan diusir dari rumahnya. Setiap manusia berhak untuk hidup dan merasakan keadilan, “pungkasnya.

Advertisement