UNRWA: Sekolah dan Pusat Kesehatan Palestina Terancam Jika Tak Ada Dana

Ilustrasi Siswa sekolah dasar Jubbet adh-Dibh belajar di tenda/ Al Jazeera

NEW YORK – Sebuah badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA)  mengatakan sekolah-sekolah dan pusat-pusat kesehatan dalam kondisi terancam  untuk tetap beroperasi sampai akhir tahun  jika tidak dapat  pendanaan $ 185 juta yang diperlukan.

Pierre Krahenbuhl, Komisaris Jenderal Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA) mengatakan hal tersebut di New York, di mana para pemimpin dunia  menghadiri Sidang Umum PBB tahunan.

“Tetapi jelas bahwa kita masih membutuhkan sekitar $ 185 juta untuk dapat memastikan bahwa semua layanan kami, sistem pendidikan, perawatan kesehatan, bantuan dan layanan sosial dan pekerjaan darurat kami di Suriah dan Gaza secara khusus dapat berlanjut hingga akhir tahun, ”kata Krahenbuhl, dilansir Reuters, Selasa (25/9/2018).

Amerika Serikat bulan lalu mengumumkan penghentian bantuannya kepada UNRWA, menyebutnya sebagai “operasi cacat yang tidak dapat ditebus”, sebuah keputusan yang semakin meningkatkan ketegangan antara pemimpin Palestina dan pemerintahan Trump.

UNRWA menyediakan layanan kepada sekitar 5 juta pengungsi Palestina di seluruh Yordania, Lebanon, Suriah dan Tepi Barat dan Gaza. Sebagian besar keturunan dari sekitar 700.000 orang Palestina yang diusir dari rumah mereka atau melarikan diri dari perang 1948 yang mengarah pada penciptaan Israel.

 

Advertisement