Upaya Pelemahan KPK dalam Seleksi Capim

 

JAKARTA (KBK) – Seleksi calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini sangat bermasalah. Menurut Ridwan Affan selaku Direktur PBAK Dompet Dhuafa, hal tersebut merupakan fenomena koruptor melawan balik dalam upaya pelemahan KPK. Pelemahan tersebut kata Ridwan sudah sangat terstruktur dan sistematis, bahkan telah menggunakan institusi negara.

Bentuk pelemahannya pun beraneka ragam mulai dari ancaman fisik terhadap aktifis anti korupsi hingga wacana pembubaran KPK. Kendati demikian Ridwan menyadari masih ada segudang kekurangan dalam tubuh KPK seperti tebang pilih kasus mengingat terbatasnya sumberdaya.

Upaya pelemahan juga masif terjadi lewat jalur politik, seperti dihapusnya UUD penyadapan.

“Seolah olah legal tapi ini upaya pelemahan yang nyata,” terang Ridwan dalam diskusi publik bertajuk ‘Fenomena Corruptors Fight Back Dalam Seleksi Pimpinan KPK’ (3/9).

Hal tersebut kata Ridwan menunjukan negara semakin kalah dengan oligarki koruptor. Belakangan koruptor juga menggunakan metode kuda troya yakni memasukan orang-orang ke dalam lembaga negara untuk melemahkan KPK.

Sejak seleksi pimpinan KPK jilid 1 sampai jilid 5 seakan yang dicalonkan bukan superhero karena kerap dikaitkan dengan sejumlah kasus. Menurut Ridwan diskusi ini menjadi penting untuk diketahui bersama karena upaya melawan balik KPK sudah terjadi secara terstruktur, masif dan sudah masuk ke struktur negara.

Advertisement