Upaya Penyelamatan Banjir, Korut Kerahkan 200 Ribu Orang

Banjir merendam pemukiman di Korea Utara / The Guardian

KOREA UTARA – Upaya penyelamatan berskala besar dilakukan pemerintah Korea Utara dengan melibatkan 200 ribu orang, pasca-banjir dahsyat yang mulai terjadi sejak 30 Agustus 2016 lalu.

Banjir besar yang melanda Korea Utara diketahui telah menyebabkan sedikitnya 140 ribu orang sangat membutuhkan bantuan, karena kehilangan rumah dan harta benda. Sementara, sekitar 600 ribu lainnya terkena dampak karena tidak ada air bersih, gagal panen dan kurangnya layanan kesehatan.

Hampir 140 orang tewas dan sedikitnya 400 orang masih dinyatakan hilang akibat banjir dahsyat di Korea Utara sejak dua minggu lalu, dan puluhan ribu orang terpaksa mengungsi.

Banjir juga telah mengakibatkan lebih dari 35 ribu rumah dan bangunan lain, seperti sekolah yang juga rusak dan hancur. 69 persen dari 35 ribu rumah hancur sama sekali, menurut keterangan kantor Koordinasi Masalah Kemanusiaan PBB atau OCHA dalam laporannya. Selain itu 8.700 sekolah dan gedung lainnya juga mengalami kerusakan.

Infrastruktur yang buruk dan penggundulan hutan telah membuat Korea Utara menjadi rentan banjir. Beberapa bagian daerah yang paling berat dilanda, kabupaten Musan dan Yonsa dekat perbatasan China, masih tidak dapat dimasuki. Demikian dilansir VOA indonesia, Kamis (15/9/2016).

Advertisement