LOS ANGELES (KBK) – Perusahaan kurir, United Parcel Service Inc (UPS) melakukan uji coba penggunaan drone (pesawat tanpa awak) untuk pengiriman barang dan dokumen ke rumah-rumah di Lithia, Florida.
Perusahaan itu mengumumkan hasil uji coba itu, Selasa (21/2/2017), dan pengujian Senin (20/2/2017).
Menurut pernyataan perusahaan, drone diluncurkan dari atas mobil paket UPS dan menyampaikan paket tersebut ke rumah yang dituju dan kemudian kembali ke kendaraan, sementara sopir terus menjalankan truknya sepanjang rute untuk selanjutnya melakukan pengiriman terpisah.
“Tes ini berbeda dari apa yang kami lakukan dengan drone sejauh ini. Ini memiliki implikasi untuk pengiriman masa depan, terutama di pedesaan, di mana mobil paket kami sering harus menempuh jarak bermil-mil perjalanan hanya untuk satu pengiriman tunggal,” kata Mark Wallace, senior vice president rekayasa global dan keberlanjutan, UPS.
Dikatakannya, melayani rute pengiriman pedesaan sangat membutuhkan biaya paling mahal karena menyangkut waktu dan biaya kendaraan yang diperlukan untuk menuntaskan setiap pengiriman.
Dalam tes, pesawat tak berawak membuat satu pengiriman sementara sopir terus jalan untuk mengantar yang lain, sehingga dron dapat berperan dalam pengiriman paket di masa depan.
Dengan menggunakan Drone akan terjadi penurunan satu mil per pengemudi per hari selama satu tahun dan UPS dapat menghemat hingga 50 juta dollar AS per tahun.
“Saat ini UPS memiliki sekitar 66.000 pengiriman setiap hari,” kata perusahaan itu.
Dikutip dari Xinhua, pengiriman menggunakan drone telah menjadi lumrah bagi e-commerce yang dijalankan perusahaan top dunia, seperti Amazon, Google, Cina Shunfeng Express dan e-commerce raksasa Cina JD.com.





