MOJOKERTO – Usai diterjang banjir bandang pada Minggu (26/3/2017), tiga desa di Mojokerto yakni Desa Kalikatir, Dilem dan Begaganlimo kini mengalami kesulitan air bersih.
Semua diakibatkan karena sumber mata air tertimpa materiil lumpur dan batu, sehingga sumber air yang seharusnya mengalir ke rumah warga melalui pipa paralon tersebut tidak bisa mengalir.
Kepala Desa (Kades) Dilem, Zainul Arifin mengatakan meski banjir bandang tak merusak rumah warga namun sarana dan prasarana rusak.
“Saluran pipa warga dan sumber air yang ada di kaki gunung tertimbun tanah dan juga bebatuan, jembatan penghubung dua desa yakni Desa Dilem dengan Kalikatir juga putus,” ungkapnya, mengutip beritajatim, Kamis (30/3/2017).
Warga kesulitan air bersih akibat pipa aliran air bersih dari hutan putus. Hal tersebut diperparah dengan putusnya jembatan penghubung antar desa sehingga ia harus mengambil air bersih bantuan sejumlah pihak ke Desa Kalikatir. Karena jembatan penghubung tidak bisa dilalui kendaraan.
Meskipun warga sudah dibantu para relawan untuk berusaha mengalirkan lagi sumber mata air, namun masih terkendala oleh sarana prasarana. Seperti banyaknya pipa yang hanyut dan rusak. Akibat banjir kemarin, sungai yang asalnya hanya 3 meter melebar menjadi 15 meter karena tergerus.
Namun warga bersyukur karena bantuan air bersih dari sejumlah pihak sudah diterima warga Desa Dilem sejak Selasa (28/3/2017) kemarin. Mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial (Dinsos), relawan Palang Merah Indonesia (PMI) dan komunitas di media sosial (Medsos). Yakni Info Lantas Mojokerto (ILM) dan Info Seputar Mojosari (ISM)





