JAKARTA – Cat biru yang membalut sepeda jengki Kamsadi tampak mengelotok. Usai beristirahat kakek berusia 97 tahun itu harus kembali menuntun lalu menggowes sepeda kesayangannya. Pada bagian belakang sepeda bertengger sangkar burung bermaterial kawat. Sementara dibagian kemudi sepeda terikat 6 kantung semen berwarna cokelat.
Selama perjalanan kantung-kantung semen itu bergerak kesana-kemari, sesekali mengeluarkan bunyi cuitan burung. Itu lah dia rutinitas Kamsadi, kakek penjual burung keliling asal Dusun Blibis, Desa Baye, Kecamatan Kayen Kidul, Kediri, Jawa Timur.
Kisah perjuangan hidup yang dilakoni Kamsadi diviralkan oleh netizen bernama ginandakristanta26 via akun instagramnya. Menurut pengakuan Gina yang pernah berjumpa dengan Kamsadi di lampu lalu lintas dekat Pasar Pahing Kota Kediri, Kamsadi merupakan prbadi yang tabah namun diusiayang makin sepuh Kamsadi sedikit kesulitan saat ingin menaiki sepedanya.
“Gak sengaja ketemu beliau di sekitaran Pasar Pahing Kota Kediri. Saya melihat saat berhenti di lampu merah, beliau menuntun sepedanya dan mau naik kesepedanya kesulitan,” tulis Gina dalam postingannya.
Lokasi berjualan Kamsadi tak menentu. Namun Kamsadi lebih sering berkeliling di area jalan kilicusi atau daerah Pasar Stonobetek Kota Kediri. Adapun burung yang dijajakan Kamsadi ialah burung kutilang seharga Rp 25 rib per ekor dan tekukur seharga Rp 70 ribu per ekor.
Dalam tautannya Gina juga berpesan kepada seluruh netizen jika bertemu Kamsadi untuk ikut melarisi dagangannya.Kisah perjuangan hidup penuh semangat yang dijalani Kamsadi ternyata juga menarik perhatian admin grup facebook Ketimbang Ngemis Kediri yang ikut merepostnya.





