Jenewa-Mediator perundingan damai Suriah dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, Staffan de Mistura berencana bertemu dengan tim presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump.
“Rencananya adalah bertemu dengan beberapa orang dari tim presiden (terpilih) Trump,” ujar Mistura kepada para wartawan seperti dilansir CNN , Kamis (8/12).
Jika tak ada perubahan pertemuan dilakukan di New York dan Washington. Mistura tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai waktu pertemuan tersebut, tapi ia akan berada di AS sampai Selasa pekan depan.
Pernyataan ini dilontarkan setelah Mistura bertemu dengan Dewan Keamanan PBB. Dalam rapat tersebut, Mistura dan anggota dewan sudah memiliki gagasan “bagaimana tim Trump dapat memandang perang terhadap terorisme dengn cara yang sangat efektif.”
Dalam rapat tersebut, DK PBB juga membahas pengumuman Rusia yang mengatakan bahwa tentara Suriah sudah menghentikan operasi di timur Aleppo agar proses evakuasi warga sipil dapat berjalan.
Bulan lalu, Mistura mengatakan bahwa timnya belum begitu memahami arah kebijakan Trump di Timur Tengah. Namun, ada kemungkinan perkembangan mengakhiri perang Suriah jika Trump tetap memegang janjinya untuk menggempur ISIS bersama Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Mistura sudah mengemban tugas menjadi penengah perundingan damai Suriah sejak Juli 2014, menggantikan mantan Sekretaris Jenderal PBB, Kofi Annan, dan kemudian Lakhdar Brahimi yang menyerah dalam kebuntuan jalan untuk mengakhiri perang ini.




