Vaksin Booster Lansia Masih Rendah

90 persen lansia harus divaksin booster sampai dosis ke-2 agar terlindungi dari kematian dan paparan Covid-19, padahal sampai (23/1) baru 411.173 dari 21,5 juta lansia (1,9 persen) yang sudah mendapatkan vaksin booster (penguat) kedua.

LANSIA dengan komorbid rentan terhadap penularan Covid-19, apalagi capaian vaksinasi booster (penguat) dosis kedua bagi total 21,5 juta kaum lansia masih rendah (411.173 orang) atau baru mencapai 1,9 persen (23 Jan.).

Sedangkan untuk booster dosis pertama, menurut data dari Kemenkes, sudah mencapai 7,2 juta lansia (33,4 persen) dan dosis wajib kedua 15,2 juta lansia (70 persen), sedangkan dosis wajib pertama 18 juta lansia (85 persen).

Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Pandu Riono mengemukakan, selayaknya kaum lansia menjadi prioritas pemerintah terhadap perlindungan paparan Covid-19 secara penuh. “Untuk itu, pemerintah dapat mengalolasikan anggaran sosialisasi vaksinasi dengan melibatkan masyarakat, “ ujarnya.

Guna melindungi dari paparan dan kematian akibat Covid-19, cakupan vaksiasi bagi kaum lansia, menurut Pandu, harus mencapai 90 persen, sementara edukasi terus dilakukan oleh pemerintah agar kelompok masyarakat rentan bisa ikut program tersebut.

Sementara itu, pemerintah mulai menggelar program vaksinasi dosis penguat kedua bagi warga berusia 18 tahun ke atas  mulai 24 Jan. menggunakakan jenis vaksin yang sudah memperoleh izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BP POM).

Namun menurut Pandu, dosis penguat kedua bagi penduduk berusia di atas 18 tahun belum perlu diberikan mengingat situasi pandemi Covid-19 saat ini sudah mereda dan terkendali.

Menurut catatan, sejak awal Januari 2023 tren penambahan paparan harian Covid-19 memang melandai, bahkan pada 23 Januari hanya tercatat 119 kasus, meninggal tujuh orang dan sembuh 445 orang.

Jadi pada hari yang sama (23/1), angka total kasus Covid-19 sebanyak 6.728.184 kasus, meninggal 160.788 orang dan sembuh 6.562.268 orang.

Terkait program pemberian vaksin dosis penguat kedua bagi warga berusia 18 tahun ke atas, menurut Karo Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Sti Nadia Tarmizi, pemerintah memastikan jumlah kebutuhan di daerah tercukupi dan terus akan ditambah sesuai kebutuhan.

Tetap waspada dan patuhi prokes, Covid-19 masih ada!