Valentino Garavani, Desainer Legendaris Dunia Asal Italia Meninggal di Usia 93 Tahun

Anne Hathaway yang tampil dalam gaun couture Valentino Garavani di Academy Awards 2011. (Foto: John Shearer/Getty Images)

Jakarta, KBKNews.id – Dunia mode kehilangan salah satu pilar terbesarnya. Valentino Garavani, desainer legendaris asal Italia yang namanya identik dengan keanggunan dan kemewahan haute couture, meninggal dunia pada usia 93 tahun. Yayasan yang menaunginya menyebut Valentino wafat dengan tenang di kediamannya di Roma, dikelilingi keluarga dan orang-orang terdekat.

Selama lebih dari setengah abad, Valentino bukan sekadar perancang busana. Ia merupakan simbol gaya klasik, presisi, dan keindahan yang bertahan melampaui tren. Karyanya menjelma bahasa universal tentang kemewahan yang tenang—elegan tanpa berisik, mewah tanpa berlebihan.

Dari Voghera ke Paris dan Taklukkan Roma

Valentino Clemente Ludovico Garavani lahir di Voghera, Italia Utara, tahun 1932. Bakatnya pada dunia mode membawanya ke Paris, tempat ia belajar langsung di atelier haute couture ternama. Pengalaman di ibu kota mode dunia itu membentuk karakter desainnya yang rapi, feminin, dan sangat detail.

Pada 1959, Valentino mendirikan rumah mode sendiri di Roma. Sejak awal, namanya cepat dikenal, terutama berkat satu elemen ikonik: gaun merah khas Valentino. Warna merah tua yang kaya dan berani itu kemudian dikenal luas sebagai Valentino Red, sebuah identitas visual yang melekat kuat pada sang desainer hingga akhir kariernya.

Giancarlo Giammetti dan Lahirnya Imperium Valentino

Titik balik penting datang pada 1960, ketika Valentino bertemu Giancarlo Giammetti, seorang mahasiswa arsitektur yang kelak menjadi mitra bisnis sekaligus pasangan hidupnya selama lebih dari satu dekade. Bersama Giammetti, Valentino membangun Valentino SpA menjadi rumah mode bertaraf internasional—menggabungkan visi kreatif dengan manajemen yang solid.

Kemitraan ini menjadikan Valentino bukan hanya desainer berbakat, tetapi juga pemimpin merek global yang disegani.

Favorit Para Ikon Dunia

Valentino dengan cepat menjadi langganan perempuan-perempuan paling berpengaruh di dunia. Elizabeth Taylor termasuk klien awalnya, diikuti nama-nama besar seperti Jacqueline Kennedy, Audrey Hepburn, Begum Aga Khan, hingga Ratu Paola dari Belgia. Jackie Kennedy bahkan mengenakan gaun Valentino saat menikah dengan Aristotle Onassis pada 1968.

Pada dekade-dekade berikutnya, pesona Valentino tak pernah pudar. Ia menjadi favorit para supermodel 1990-an seperti Naomi Campbell dan Claudia Schiffer, serta langganan tetap karpet merah Oscar.

Beberapa momen ikonik antara lain gaun Julia Roberts di Oscar 2001, Cate Blanchett pada 2005, hingga Anne Hathaway yang tampil dalam gaun couture Valentino di Academy Awards 2011, didampingi langsung oleh sang maestro.

Di era yang lebih modern, label Valentino tetap bersinar melalui penampilan Zendaya, Carey Mulligan, dan Gemma Chan, membuktikan bahwa warisan estetiknya terus relevan lintas generasi.

Pribadi Elegan dengan Selera Klasik

Di luar dunia mode, Valentino dikenal sebagai sosok Italia sejati—berpenampilan rapi, berkulit eksotis, dan selalu tampil prima. Ia adalah kolektor seni dan barang antik China, pencinta bunga, serta pemilik Château de Wideville, sebuah rumah abad ke-17 di Prancis yang dibelinya pada 1995.

Ia juga dikenal sangat menyayangi anjing pug-nya. Dalam film dokumenter Valentino: The Last Emperor (2008), ia berkata lugas, “Saya tidak peduli dengan koleksi saya. Anjing-anjing saya lebih penting.”

Pensiun, Warisan, dan Generasi Penerus

Valentino menjual perusahaannya pada 1998 dan resmi pensiun dari dunia mode pada 2008. Keputusan itu menutup karier lebih dari 45 tahun dengan peragaan busana megah di Musée Rodin, Paris—ditutup dengan parade gaun merah khasnya.

Setelah itu, tongkat estafet kreatif berpindah ke Maria Grazia Chiuri dan Pierpaolo Piccioli, lalu dilanjutkan oleh Alessandro Michele di tengah dinamika industri mode global.

Dalam penghormatannya, Michele menyebut Valentino sebagai sosok yang melampaui mode.

“Ia bukan hanya protagonis mode, tetapi tokoh sentral budaya Italia. Ia mengajarkan, mencipta berarti merawat, dan bahwa keindahan adalah perhatian yang sabar terhadap tubuh dan waktu,” tulis Michele.

Akhir Sebuah Era

Ucapan duka datang dari berbagai penjuru dunia, mulai dari pemimpin negara, sesama desainer, hingga bintang Hollywood. Banyak yang menyebut kepergian Valentino sebagai penanda berakhirnya generasi maestro klasik dalam dunia mode.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here