INDIA – Polisi di India utara telah menemukan dan menyelamatkan seorang anak berusia sekitar delapan tahun yang diyakini telah hidup dengan monyet di hutan selama beberapa tahun.
Dokter di sebuah rumah sakit di Bahraich, selatan-timur dari New Delhi, mengatakan gadis itu secara bertahap sedang dibina menjadi manisua biasa dari perilakunya yang seperti hewan khususuya seperti monyet.
Ia ditemukan oleh polisi delapan minggu lalu dan dibawa untuk melakukan pengobatan di rumah sakit.
Dia tidak dapat berkomunikasi seperti layaknya manusia, ia juga mudah marah dan bergumam tidak jelas, kata Dr Arun Lal, kepala petugas medis kabupaten yang mengunjunginya pada hari Kamis (6/4/2017), seperti diberitakan Telegraph.
Dr Lal menambahkan caranya berjalan juga merangkak untuk beberapa minggu pertama di rumah sakit, tapi sekarang dia sudah mulai berdiri di atas dua kaki dan berjalan hampir normal.
Awalnya, kata dia, dia “sangat agresif”, dan sangat menjauhi kontak manusia dan selalu berusaha untuk melarikan diri dari rumah sakit dan harus disimpan dalam sebuah kurungan.
Namun akhir-akhir ini dia mulai merespon manusia di sekelilingnya dan kadang-kadang bahkan mau berpegangan tangan dengan beberapa dokter dan perawat yang menghampirinya.
Ketika ditemukan dan diselamatkan polisi yang sedang berpatroli rutin pada akhir Januari 2017 lalu, ia nampak kurang gizi karena hanya hidup bersama pasukan monyet di Katarniaghat Wildlife sanctuary di distrik Bahraich dekat Sungai Gangga, dan tubuhnya pun penuh luka dan luka.
Ketika salah satu polisi mendekati mereka, gadis dan monyet berdecit dan mencoba melarikan diri. Tapi dia mengejar mereka dan berhasil menangkap gadis tersebut hingga akhirnya dimasukan ke rumah sakit.
Namun menurut Dr Lal dia sekarang mengkonsumsi sejumlah besar makanan dan kondisi fisiknya jauh lebih baik.
Sebuah tim psikolog dan ahli fisioterapi menyarankan rumah sakit segera melakukan tes radiologi pada dirinya untuk menentukan usia yang sebenarnya. Penilaian psikologis awal menunjukkan bahwa dia pernah hidup bersama manusia di awal kehidupannya sebelum akhirnya ia tinggal bersama kawanan monyet di hutan.
“Fakta bahwa dia merespon manusia menunjukkan bahwa dia memiliki beberapa memori hidup dengan mereka,” tutup Lal.





