NEW YORK – Hasil pemungutan suara Majelis Umum PBB pada Kamis (7/4/2022) resmiĀ menangguhkan Rusia dari Dewan Hak Asasi Manusia (UNHRC).
Pemungutan suara 93 suara setuju, 24 menolak, dan 58 negara lainnya abstain untuk resolusi tersebut.
Sebagai informasi, seorang anggota dapat dikeluarkan dari Dewan HAM setelah dua pertiga suara dari majelis PBB menyetujuinya dan negara itu telah terlibat dalam tindakan pelanggaran berat dan sistemik.
Suara abstain tidak dihitung terhadap jumlah total dalam majelis yang beranggotakan 193 negara.
Pemungutan suara dilakukan setelah gambar yang menyedihkan muncul dari daerah Ukraina yang sebelumnya diduduki oleh pasukan Rusia, khususnya di Bucha, yang terletak tepat di luar ibu kota nasional Kiev.
Gambar-gambar tersebut tampaknya menggambarkan kekejaman massal yang dilakukan terhadap warga sipil dengan beberapa tampak ditembak di kepala dengan tangan terikat sementara yang lain terlihat sebagian terkubur di kuburan massal.
Sementara Gennady Kuzmin, seorang diplomat Rusia di PBB, mengulangi penolakan negaranya di Aula Majelis Umum, dengan mengatakan “Kami menolak tuduhan tidak benar terhadap kami berdasarkan peristiwa yang dipentaskan dan palsu yang beredar luas,” ujarnyam seperti dilansir Anadolu.
Dia mendesak negara-negara anggota “untuk benar-benar mempertimbangkan keputusan kalian,” dan memberikan suara menentang resolusi itu.





