Jakarta, KBKNews.id – Wakil Wali Kota Bandung Erwin jadi tersangka kasus penyalahgunaan wewenang oleh Kejaksaan Negeri Bandung. Meski berstatus tersangka, dia kini masih belum menjalani penahanan.
Erwin atau yang kerap disapa Kang Erwin diduga menyalaghunakan wewenang di lingkungan Pemkot Bandung tahun 2025. Tidak hanya Erwin, penyidik juga menetapkan anggota DPRD Kota Bandung dari Fraksi NasDem, Rendiana Awangga, sebagai tersangka dalam kasus yang sama.
Penyidik menduga kedua tokoh tersebut meminta proyek dari sejumlah SKPD sekaligus mengatur penunjukan penyedia. Proyek-proyek yang dianggap bermasalah itu tersebar di beberapa dinas di lingkungan Pemerintah Kota Bandung. Hingga kini, penyidikan masih terus berjalan dan membuka peluang munculnya tersangka baru.
Belum ditahannya Erwin berkaitan dengan ketentuan dalam UU Pemerintahan Daerah, yang mengharuskan adanya persetujuan Menteri Dalam Negeri sebelum penahanan kepala daerah maupun wakil kepala daerah dilakukan. Kasus ini pun terus memasuki tahap pendalaman lanjutan.
Sebelumnya, pada Oktober lalu sempat beredar kabar Erwin terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT). Namun kabar itu dibantah oleh pihak kejaksaan maupun Erwin sendiri. Meski demikian, ia tetap diperiksa intensif dan sempat dikenakan pencegahan ke luar negeri.
Di tengah dinamika hukum yang penuh sorotan ini, publik kembali bertanya: siapakah sosok Wakil Wali Kota Bandung yang tengah menjadi perhatian ini?
Kang Erwin, dari Dunia Usaha ke Jabatan Publik
H. Erwin, SE., M.Pd menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bandung untuk periode 2025–2030. Dia berpasangan dengan Wali Kota Muhammad Farhan. Sosoknya dikenal luas sebagai figur yang dekat dengan masyarakat, aktif di akar rumput, dan kerap hadir dalam kegiatan keagamaan maupun sosial.
Erwin lahir di Bandung pada 18 Mei 1972. Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Cikadut dan SD Cikutra V, lalu berlanjut ke SMP Santa Maria dan SMA Yodhatama.
Jejak akademiknya cukup kuat dan mencerminkan kecenderungan pada manajemen serta pendidikan keislaman. Dia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Pasundan (Unpas) dan Magister Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Nusantara (Uninus). Saat ini, Erwin tengah menyelesaikan Program Doktoral Ilmu Pendidikan di Uninus.
Sebelum terjun ke politik, Erwin menghabiskan lebih dari 20 tahun hidupnya sebagai seorang pengusaha (1991–2011).
Karier Politik
Tahun 2019 menjadi titik balik ketika Erwin terpilih sebagai Anggota DPRD Kota Bandung. Ia duduk di Komisi D, yang membidangi kesejahteraan rakyat. Karier politiknya berada di bawah bendera Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Ia juga dipercaya memimpin DPC PKB Kota Bandung selama tiga periode. Ini merupakan sebuah capaian yang jarang terjadi.
Popularitas dan rekam jejak politik inilah yang kemudian mengantarkannya ke kursi Wakil Wali Kota Bandung periode 2025–2030.
Sosok Religius, Penceramah, dan Aktivis Organisasi
Selain dikenal sebagai politisi dan pengusaha, ayah enam anak ini juga aktif sebagai penceramah keislaman. Ia kerap mengisi majelis taklim dan kegiatan keagamaan lainnya. Aktivitasnya di berbagai organisasi semakin memperkuat hubungan dengan basis masyarakat.
Dia menjadi Pembina Ikatan Pengusaha Muslim Indonesia, Ketua Pagar Nusa Kota Bandung, Wakil Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Jawa Barat, pernah menjadi ketua DPC PKB Kota Bandung (3 periode), Ketua Forum RW Kelurahan Babakansari dan Kecamatan Kiaracondong.
Keterlibatannya yang luas membuat Erwin dikenal tidak hanya oleh kalangan politik, tetapi juga komunitas keagamaan dan kelompok usaha mikro.





