Wapres JK: Upaya Pengentasan Kemiskinan Belum Optimal

Kebijakan TRump
Wakil Presiden Jusuf Kalla/ Foto: forbes

JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan jika selama tujuh tahun terakhir secara presentase kemiskinan di Indonesia turun tiga persen dan ia meminta semua pihak untuk terus melakukan upaya-upaya pengurangan kemiskinan.

Hal tersebut diminta JK karena ia menilai meski turun, namun upayan yang dilakukan belum optimal.
“Banyak usaha-usaha dilakukan, namun belum cukup walaupun ada hasilnya. Terbukti dengan kemiskinan turun, kita masih stagnan dalam mengurangi kemiskinan,” kata Wapres saat membuka Indonesia Development Forum 2017 di Jakarta, Rabu (9/9/2017).

“Tentu berbeda zaman sesuai ekonomi, ideologi ekonomi, pada 1970-80-an kita menganut ekonomi terbuka, sekarang pemerintah kita menganut teori negara harus punya campur tangan lebih banyak lagi. Karena itu, program pemberdayaan harus sejalan sesuai secara umum,” tambahnya.

Hal penting yang harus dilakukan untuk mengurangi kesenjangan menurut Wapres adalah bagaimana meningkatkan kemungkinan pendapatan dan mengurangi pengeluarannnya.

Selama ini pemerintah telah banyak diberi berbagai macam subsidi seperti subsidi bahan bakar, pupuk dan subsidi yang lainnya.

“Kita pernah capai subsidi hampir Rp400 triliun, 20 persen dari APBN kita pada 2014. Sekarang subsidi turun karena harga minyak turun. Tapi tetap diberi subsidi besar untuk bahan bakar, raskin bagi warga kurang mampu. Kita juga berikan program keluarga harapan dan subsidi lain, tapi ini belum cukup. Yang penting adalah bagaimana meningkatkan pendapatan masyarakat secara keseluruhan,” jelas Wapres, mengutip Antara.

Namun menurut Wapres, jika pemerintah memberikan subsidi besar akan mengurangi kemampuan untuk membangun infrastruktur dan lain-lain.

Advertisement