CIANJUR – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengomentari masalah dana korban gempa Cianjur yang diduga masuk ke jaringan terorisme.
Sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melaporkan menemukan penyalahgunaan bantuan donasi gempa Cianjur.
Ma’ruf memastikan, aparat keamanan akan menyelidiki dan memproses temuan tersebut.
“Dilakukan penegakan hukum, ditertibkan, yang sudah ini. Saya kira itu nanti dari aparat keamanan akan men-detect upaya agar tidak terjadi lagilah ke depan dan yang sudah kita lakukan penindakan-penindakan,” ujar Kiai Ma’ruf dalam keterangan persnya seusai menghadiri Muhasabah dan Doa Keselamatan Bangsa di Masjid Agung Cianjur, Ahad (19/2/2023).
Ma’ruf juga meminta aparat hukum dan pihak yang memiliki kewenangan untuk mengawasi penggalangan bantuan donasi bencana di Indonesia. Itu untuk mencegah jangan sampai penyalahgunaan tersebut terulang kembali.
“Tentu pencegahannya jangan sampai ke depan terjadi,” ujarnya.
Sebelumnya, BNPT dan PPATK menemukan dana bantuan untuk korban gempa di Cianjur diduga masuk ke jaringan terorisme. Hal itu disampaikan kedua lembaga tersebut saat rapat bersama DPR RI.
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan, berdasarkan penelusuran, indikasi tindak pidana pencucian uang (TPPU) itu masuk ke dalam bagian penggelapan dana yayasan. Ada dua potensi arah aliran dana dari penggelapan dana yayasan ini, di antaranya untuk konsumsi pribadi penggalangan dana dan aliran dana dukungan untuk kegiatan terorisme.
“Digunakan untuk kepentingan dia pribadi banyak kita lihat beli mobil, beli rumah, dan dalam fakta yang terakhir ini kita menemukan terkait dugaan tindak pidana terorisme. Yang di Cianjur itu memang terkait dengan kegiatan yang diduga tersangkut dengan terorisme,” tutur dia, dilansir Republika.co.id.





