BANDUNG – Potensi gempa Sesar Lembang dengan kekuatan 6-7 Skala Ritcher perlu diwaspadai masyarakat di Bandung Raya, khususnya yang tinggal di sekitar Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Peneliti dari Pusat Penelitian Mitigasi Bencana Institut Teknologi Bandung Rahma Hanifa mengatakan berdasarkan penelitian terakhir di bidang geologi, geodesi, seismik, kegempaan, Sesar Lembang berpotensi menimbulkan gempa dengan magnitudo 6 sampai 7.
“Jadi kalau kita ambil contoh magnitude sekitar 6,5 itu potensi dampaknya seperti pada gempa di Bantul atau di Pidie Jaya, Aceh kemarin,” katanya.
Dia menilai, gempa dengan kekuatan yang besar itu sulit dihindarkan, karena Sesar Lembang sampai saat ini masih terus aktif dan bergerak. Oleh karena itu, dia berharap kewaspadaan terhadap Sesar Lembang terus disosialisasikan oleh berbagai pihak. Soalnya, sebagian warga Lembang masih belum paham mengenai Sesar Lembang.
“Setelah banyak berdiskusi, kami memilih Desa Lembang sebagai target sosialisasi yang utama. Kenapa, karena Desa Lembang terletak persis di atas Sesar Lembang. Cukup padat dan ada banyak tempat wisata juga, tapi belum mendapatkan intervensi. Barangkali sudah ada, tapi belum terinformasikan dengan baik. Makanya, kami sering berkomunikasi, terutama ke sekolah-sekolah untuk melakukan sosialisasi Sesar Lembang dan upaya apa yang harus dilakukan,” katanya.
Untuk itu menurutnya perlu dipertimbangkan pula pembuatan jalur dan tempat evakuasi masyarakat apabila terjadi bencana, kemudian emergency kit yang mencukupi. “Di SD Pancasila ada space yang terbuka. Kalau di pemukiman padat, itu memang jadi tantangan tersendiri. Open space itu diperlukan untuk setiap warga yang tinggal di suatu tempat,” ucapnya.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sepanjang 2016 sampai Maret 2017 setidaknya terdapat 31 gempa yang terjadi di Jawa Barat, di mana dua gempa di antaranya berpusat di barat daya Lembang dan Kota Bandung. Sebagian dari 31 gempa itu pun dapat dirasakan dari Lembang.
“Beberapa kali gempa pada 2017 ini juga dirasakan oleh masyarakat di Lembang, seperti gempa yang berpusat di Laut Selatan Jawa. Karena gempanya kuat, sehingga terasa di sebagian wilayah Jawa Barat bagian selatan dan tengah. Namun, pada 2017 ini tidak ada gempa yang dirasakan masyarakat yang disebabkan oleh Sesar Lembang,” kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung Tony Agus Wijaya, Jumat (24/3/2017), dikutip dari PR.





