GUNUNG SINDUR – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Gunung Sindur mengikuti Pelatihan Manasik Haji, pada Selasa (6/11/2018).
Kegiatan iniĀ merupakan salah satu bentuk bimbingan rohani dari program Bina Santri Lapas (BSL) LPM Dompet Dhuafa yang bekerjasama dengan Lapas setempat.
Para peserta pelatihan diajak langsung mempraktikan tata cara ibadah haji dengan berjalan menelusuri area yang telah dibagi menjadi beberapa denah, seperti Arafah, Kaābah, Shofa, Marwah, dan lainnya, dibimbing Ustadz Ahmad Fauzi Qosim yang merupakan Sekretaris Dewan Syariah Dompet Dhuafa dan Aktivis Dakwah.
Sementara menurut pembimbing rohani program Bina Santri Lapas (BSL) di Masjid dan Pondok Pesantren Nurul Hidayah Lapas Kelas III Gunung Sindur, Ustadz Ahmad Baihaqi, program BSL ini telah berlangsung selama empat tahun dengan kegiatan yang mencakup aqidah dan akhlak.
Ustadz Ahmad Baihaqi menjelaskan, kegiatan BSL di Lapas Gunung Sindur ini dibagi dalam beberapa materi yang selaras dengan kondisi warga binaan, seperti kajian keIslaman, pengajian, konsultasi, dan pelatihan-pelatihan keagamaan. Semua itu untuk membentuk aqidah dan akhlak yang baik. Juga melaksanakan pelatihan manasik haji untuk meningkatkan keimanan sebagai seorang muslim.
āSifat-sifat yang diisyaratkan bagi jamaah haji bisa menjadi teladan agar memiliki kualitas diri yang jauh lebih baik. Tidak berkata jorok, tidak berbuat fasik, merupakan bentuk kesungguhan berhaji yang dapat mengantarkan kita memperoleh keutamaan beribadah haji,ā tutur Ustadz Fauzi yang sudah terbiasa membimbing Haji dan Umroh DD Travel.
Seorang warga binaan berinisial LM (34) yang saat ini sedang belajar menghafal Al-Qurāan mengaku, melalui bimbingan rohani yang setiap waktu diselenggarakan di Lapas Gunung Sindur, ia dapat belajar tentang nilai-nilai kebaikan dari ajaran agama Islam salah satunya ibadah haji.
LM mengatakan dia dapat belajar untuk memperbaiki diri melalui bimbingan dari ustadz-ustadz.Ā Dia juga mengaku mendapatkan pemahaman mengenai nilai kebaikan yang belum didapatkan dari lingkungan di luar sana.





