Warga Ciamis Khawatir Dengan Flu Singapura

Ilustrasi flu singapura/ Foto: metropolitan.id

CIAMIS – Satu minggu terakhir, enam anak di wilayah Desa/Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis terserang penyakit flu singapura. Merasa asing dengan nama penyakitnya, warga terutama orangtua yang memiliki anak balita dilanda kecemasan.

Pikiran Rakyat melaporkan anak yang terserang penyakit flu Singapura tersebut di antaranya Andra (4,5), Dimas, Naja, Fatur (3), serta jahra (2). Kondisi mereka sama, yakni muncul bintik-bintik merah seperti cacar pada bagian tubuhnya.

Penyakit ini ditandai dengan panas tinggi dan demam, kemudian muncul bintik merah yang berisi cairan pda tubuhnya. Endang Setia Budi, warga RT 2 RW 9, Dusun Ciwahangan, mengaku bahwa anak bungsunya Andra (4,5) gejalan terserang flu singapura sejak Minggu (22/5/2016).

Sebelum terserang penyakit tersebut, putranya bermain dengan beberapa teman sebaya. “Pada awalnya, bermain dengan beberapa anak sebaya, ternyata salah seorang di antaranya sakit. Prosesnya begitu cepat, setelah pulang bermain, suhu badannya tinggi dan demam. Hanya selang sehari muncul bintik-bintik merah di badan, terus menjalar ke tangan dan kaki,” ungkapnya.

Melihat keadaan putra bungsunya, suami dari Ny. Riki, merasa khawatir kena cacar air. Khawatir dengan kondisi kesehatan putranya, akhirnya Andra dibawa dan diperiksakan ke bidan desa. Bidan desa mengatakan, putranya terkena penyakit flu singapura.

“Terus terang saya langsung lemas, khawatir, apalagi baru kali ini mendengar penyakit flu singapura. Penasaran karena bintik merah isi cairan semakin banyak. Saya kemudian membawa anak ke dokter spesialis kulit di Tasikmalaya. Vonisnya sama, flu singapura,” ungkap Endang.

Menurutnya, kini semakin banyaknya anak yang terserang penyakit itu membuat banyak warga cemas.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, Engkan Iskandar, mengatakan belum bisa memastikan apakah kasus beberapa bocah di Desa/Kecamatan Baregbeg merupakan penyakit flu singapura. Alasannya untuk membuktikan hasur melalui uji laboratorium.

“Kami sudah mengutus petugas untuk melakukan kegiatan surveilans. Hasil kegiatan tersebut nantinya dapat menyimpulkan apakah penyakit yang ada di Ciwahangan positif flu singapura atau bukan,” katanya.

Dia mengatakan, flu singapura merupakan penyakit mudah menular, sehingga penangannya harus dilaksanakan cepat dan tepat. Engkan memperkirakan, penyakit itu berasal dari luar daerah, kemudian menular pada warga setempat.

Engkan pun menenangkan keresahan warga, terpenting menurutnya warga harus menjaga kesehatan, “Sekali lagi kepastiannya tetap harus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Masyarakat juga tidak perlu resah, yang penting tetap menjaga kesehatan dan meningkatkan pola hidup bersih dan sehat,” tegasnya.

Advertisement