KUPANG – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau warga dari empat desa untuk waspada terhadap sebaran debu vulkanik akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Untuk dua hari belakangan dominan ke arah barat laut, sehingga waspada desa-desa di sisi tersebut,” kata Pengamat Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki Emanuel Rofinus Bere, dilansir dari Antara, Senin (28/7/2024).
Gunung Lewotobi Laki-laki telah mengalami erupsi empat kali sejak pukul 00.00 Wita hingga 11.30 Wita. Dua dari empat erupsi tersebut menghasilkan ketinggian mencapai 1.000 meter dari puncak gunung dengan debu mengarah ke barat laut.
Emanuel menyebutkan, empat desa di sisi barat laut yang perlu waspada, yaitu Dusun Wolorona Desa Hokeng Jaya, Desa Pululera, Desa Klatanlou, dan Desa Dulipali.
Oleh karena itu, warga desa tersebut harus waspada terhadap bahaya debu vulkanik dengan selalu menggunakan masker.
“Mohon menggunakan masker untuk menghindari bahaya debu vulkanik bagi kesehatan,” katanya.
Badan Geologi masih mempertahankan tingkat aktivitas gunung tersebut pada level III atau Siaga. Pada tingkat aktivitas ini, Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 3 km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Lewotobi Perempuan.
Rekomendasi serupa juga berlaku pada radius 4 km ke arah sektoral Utara-Timur Laut dan 5 km ke sektor Timur Laut dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
“Kami terus menyampaikan informasi publik terkait aktivitas gunung api ini,” kata Emanuel.
Terkait sebaran debu vulkanik selama erupsi, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur juga melakukan penanganan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Flores Timur, Avelina Hallan, menyatakan bahwa BPBD telah menyiapkan tangki air dan personel untuk menyemprot jalan-jalan raya dan lorong-lorong desa yang dipenuhi debu.
BPBD Kabupaten Flores Timur juga mendistribusikan bantuan air mineral sebanyak 6.000 dus bagi warga terdampak erupsi.
“Penyaluran sudah dilakukan sejak Jumat (12/7/2024),” tuturnya.




