BEKASI -Sejumlah wilayah di Bekasi, Jawa Barat yang menjadi langganan banjir mulai melaukan antisipasi mencegah terjadinya banjir lima tahunan yang kemungkinan akan terjadi di tahun 2017.
Misalnya, Paguyuban warga Perumahan Pondok Mitra Lestari, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang mulai mengintensifkan kegiatan antisipasi datangnya banjir akibat luapan Kali Bekasi menyusul datangnya musim hujan.
Koordinator paguyuban warga PML Zani Yaqien (41)Â mengatakan pembentukan koordinator warga itu sesuai dengan imbauan dari pemerintah setempat sebagai sarana koordinasi penanggulangan banjir dari tingkat RT hingga instansi terkait.
Dikatakan Zani, musim banjir kali ini perlu diantisipasi sejak awal menyusul prediksi banjir lima tahunan yang berlangsung pada tahun ini.
“Siklus banjir lima tahunan berlangsung mulai 2007, 2012 dan 2017. Kami perlu melakukan langkah waspada datangnya siklus tersebut,” katanya, dilansir Antara.
Pada siklus lima tahunan yang terjadi periode sebelumnya di PML, sebanyak 450 kepala keluarga di perumahan tersebut menjadi korban banjir, karena air luapan sungai yang mengalir di sisi perumahan masuk ke dalam rumah bahkan merusak sejumlah harta benda.
“Jangankan rumah, mobil juga ada beberapa yang hanyut terbawa banjir. Kalau barang-barang rumah tangga sudah biasa terendam seperti kulkas, lemari, kasur, mesin cuci dan beberapa surat-surat penting,” katanya.
Ditambahkannya, warga setempat juga telah memasang alarm peringatan banjir yang terinstalasi di rumah pompa RT10.
“Kalau ketinggian air sudah di atas 600 centimeter atau berstatus siaga 1, maka alarm akan otomatis berbunyi untuk mengingatkan warga agar waspada,” katanya.
Ketinggian air tersebut, kata dia, dipastikan sudah sejajar dengan badan jalan di lingkungan warga, “Biasanya, air kiriman dari Sungai Cileungsi Kabupaten Bogor itu datang selama tiga jam di perumahan kami. Kita hanya punya waktu sempit untuk proses evakuasi,” katanya.





