JOMBANG – Beras rastra dengan kualitas buruk seperti hancur dan bau apek diterima dengan pasrah oleh warga Dusun Ngudi, Desa Tugusumberejo, Kecamatan Peterongan, Jombang, Jawa Timur.
Warga mengaku kecewa dengan pembagian beras yang tidak layak untuk dikonsumsi. Kondisinya remuk, berbau apek, dan warnanya kuning kecoklatan.
“Susah berkali-kali menerima beras dengan kondisi seperti itu (remuk, apek). Padahal kami membeli Rp4500 per kilogram. Tidak layak untuk dimakan. Karena sudah kadung dibayar, ya bagaimana lagi,” ujar Mohamad Soffan, warga setempat, Rabu (31/5/2017).
Meski demikian warga di Desa Tugusumberejo enggan mengembalikan ke Bulog. Mereka hanya bisa pasrah menerima jatah beras yang dulunya disebut raskin itu. Untuk mengurangi bau apek, menurut Soffan, dia harus mencuci beras tersebut berkali-kali sebelum memasaknya.
“Kami berharap ini yang terakhir. Untuk pembagian selanjutnya, kami berharap rastra berkualitas bagus. Masak setiap pembagian kualitasnya buruk,” pungkasnya, mengutip beritajatim, Kamis (1/6/2017).





