Warga Kendeng Tagih Janji Presiden di Hari Ultahnya

JAKARTA — Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Selasa (21/6/2016) kemarin memberikan ucapan selamat ulang tahun pada Presiden Jokowi dan menggelar selamatan. Namun selamatan yang digelar juga bermotifkan menagih janji Presiden untuk menyelesaikan kasus Kendeng.

Sebagai bentuk penagihan janji Presiden terhadap terancamnya kelestarian alam di sekitar Kendeng akibat rencana pendirian pabrik semen di wilayah tersbeut, acara digelar di alam terbuka, tepatnya di seberang Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Mereka datang membawa nasi tumpeng dan beragam jajanan pasar dan buah kelapa.

Seperti dilansir dari VOAindonesia, Rabu (22/6/2016), dalam acara tersebut ikut hadir pula Sukinah, salah satu dari sembilan perempuan yang aktif menolak pendirian pabrik semen di kawasan Pegunungan Kendeng.

Menurut Koordinator JMPPK, Gun Retno, kedatangan Sukinah ke Jakarta kali ini bukan hanya untuk bertemu Presiden dan mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya, tetapi sekaligus menagih janji untuk bertemu warga Kendeng dan menyelesaikan persoalan pabrik semen yang dinilai mengancam kelestarian alam.

“Hari ini adalah wetonnya Pak Jokowi, Sebagai orang Jawa kami memohon kepada Gusti Maha Kuasa untuk tetap menjaga Pak Jokowi karena aku percaya masyarakat masih punya harapan besar bagaimana Pak Jokowi bisa menuntaskan persoalan-persoalan di Indonesia ini, terutama tentang pabrik semen,” ujarnya.

Menurut GUn, sejak 2010 JMPPK sudah mengumpulkan beragam bukti soal pelanggaran, termasuk peraturan daerah tentang tata ruang dan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), yang menyatakan bahwa kota Rembang tidak layak menjadi lokasi pendirian pabrik semen.

“Kasus Rembang, kami itu minta ayo kita rembukan dulu. Kami betul-betul tidak dilibatkan dalam proses sosialisasi. Kalau dari pihak semen sudah mengatakan melakukan sosialisasi, barangkali yang disosialisasi bukan kami. Kami ini belum pernah diajak bicara,” ujarnya.

Untuk itu, mereka bermaksud mengadu ke pemerintah pusat terkait ketidakadilan yang dirasakannya.

Seperti diketahui, Sukinah dan delapan perempuan lainnya April lalu mengecor kedua kaki mereka di seberang Istana Presiden untuk menarik perhatian Presiden Joko Widodo. Utusan presiden ketika itu datang menyampaikan pesan bahwa presiden akan menemui warga Kendeng.

Advertisement