BEIRUT (KBK) – Setelah Aleppo, warga Madaya khawatir mengalami nasib yang sama.
Tahun lalu, resor pegunungan Suriah, Madaya, menarik perhatian dunia ketika para pekerja medis menerbitkan foto mengerikan dari penduduk yang kekurangan gizi yang yang menunjukkan bayi bermata lebar tanpa memiliki akses untuk mendapatkan susu, dan laki-laki tua dengan tulang iga yang cekung.
Sekarang setelah Aleppo jatuh, warga menjadi takut menghadapi nasib yang sama, kalau-kalau kota mereka adalah berikutnya, karena kota mereka sudah dikepung oleh pasukan rezim Suriah dan sekutunya sejak Juli 2015.
“Orang-orang hidup dalam ketakutan besar, karena pemboman, penembakan berat dan penembak jitu,” kata Darwish Al Jazeera dari Madaya.
“Orang-orang tidak tahu apa-apa tentang masa depan mereka.”
Kini seperti dilaporkan Al Jazeera, setiap malam, Muhammad Darwish tidur di bawah empat selimut sekaligus karena suhu super dingin yang mendera mereka.
Di Madaya masih tidak ada bahan bakar untuk menghangatkan rumah atau untuk menghangatkan makanan.
“Cuacanya sangat dingin karena kita berada di pegunungan,” kata Darwish, seorang mahasiswa kedokteran gigi dan satu-satunya tenaga medis yang masih tersisa di Madaya.
“Suhu 5C di malam hari. Kami takut mati kedinginan,” kisahnya ke Al Jazeera.





