Yerusalem—Belasan aktifis Palestina kemarin (27/12) menggelar aksi menuntut pembebasan jasan para syuhada yang telah gugur.
Mereka berunjuk rasa dengan cara membawa foto para korban dan berbaris membentuk sebuah rantai manusia yang sangat panjang. Kegiatan ini diselenggaran di wilayah Yerusalem, untuk menuntut pembebasan jasad para syuhada.
Ratusan warga datang dan ikut aksi ini kendati pasukan Israel datang dan menyerang para demonstran dengan bom suara dan gas air mata.
Para demonstran berkumpul di wilayah Bab al-Sahira, dengan mengangkat foto para Syuhada, serta membawa spanduk yang menuntut pihak Israel untuk melepaskan jasad syuhada.
Akibat serangan tersebut, para demonstran mengalami luka-luka dan sebagian lainnya ditangkap oleh pasukan Israel.
Para pengunjuk rasa diserang, karena mereka melakukan aksi sambil bergandengan tangan untuk menyatukan barisan, saat para pasukan datang untuk membubarkan mereka. Beberapa aktivis menjadi sasaran pemukulan oleh pasukan Israel.
“Kami membentuk rantai manusia terpanjang guna menuntut pihak Israel untuk mengembalikan jasad putra-putri kami. Penjajah Israel tidak memiliki hak untuk menahan jasad keluarga kami” ujar Muhammad alyan, juru bicara aksi itu Seperti dilansir dari dari PIC Ahad (27/12),
Mantan Mentri Yerusalem, Hatem Abdul Kader, mengatakan penyitaan jasad para syuhada Palestina ini adalah sebuah kejahatan perang.
Selain itu, menurut Petugas medis Bulan Sabit Merah mengatakan, sebanyak 20 warga Palestina terluka akibat serangan pasukan Israel saat aksi rantai terpanjang ini diselenggarakan.
Diketahui, sebanyak 50 warga Palestina dimutilasi oleh pasukan Israel sejak awal Oktober 2015.





