Warga Perbatasan Slovenia Protes Kawat Berduri dengan Hiasan Natal

KROASIA (KBK) – Keputusan Pemerintah Slovenia untuk memasang pagar kawat berduri di sebagian besar perbatasan dengan Kroasia yang bertujuan untuk mengontrol masuknya pengungsi ke negara itu, sebenarnya tidak dibicarakan dengan kedua penduduk lokal di kedua sisi perbatasan.

Sebagian besar penduduk Kota Vinica, Slovenia memprotes kehadiran pagar berduri itu. Sebagai ujud protes ketidaksetujuan mereka, maka sepanjang pagar kawat berduri itu dipasang pernak-pernik natal yang menyerupai warna bendera Uni Eropa.

Menurut media lokal, para pengunjuk rasa berencana untuk terus mendekorasi pagar di sepanjang daerah Bela Krajina.

Penduduk Kroasia dekat penyeberangan perbatasan Rupa dan Pasjak mengambil langkah tegas meminta pembongkaran pagar berduri itu selama akhir pekan lalu.

Pembangunan pagar di wilayah Istria dimulai Sabtu, pekan lalu. Hal ini mengejutkan penduduk lokal dari Slovenia dan Kroasia.

Menurut Situs Berita 24ur di Slovenia, pandangan suram dari kawat berduri di dekat sungai Kupa, merupakan bencana untuk pariwisata dan perikanan di kawasan tersebut.

Beberapa orang memperingatkan bahwa kawat berduri juga berbahaya bagi populasi hewan di wilayah tersebut. Terbukti ditemukan beberapa hewan mati karena tergulung kawat.

Slovenia, Austria dan Hungaria adalah beberapa negara yang telah memutuskan untuk melindungi perbatasan mereka dengan pagar berduri untuk memperlambat dan mengontrol masuknya pengungsi Suriah dan Irak ke negara mereka.

Perdana Menteri Slovenia Miro Cerar mengatakan di parlemen Slovenia, bahwa pagar bersifat sementara, hanya untuk mencegah “tidak terkendalinya” kedatangan pengungsi. Selain itu pagar dipasang demi keamanan penduduk setempat.

Pemerintah Kroasia mengutuk pemerintah slovenia yang  terus berupaya meningkatkan pemasangan pagar perbatasan.

Perdana Menteri Kroasia Zoran Milanovic menyampaikan di  beberapa kesempatan, kawat bukan solusi untuk krisis pengungsi.

Seperti dilansir Laman Berita Mashable, Rabu (16/12/2015), masuknya pengungsi dari negara-negara Timur Tengah seperti Suriah dan Irak dimulai September 2015, melambat dalam beberapa pekan terakhir. Lebih dari 500.000 pengungsi telah melewati Kroasia sejak itu, dan lebih dari 315.000 dari mereka masuk Slovenia melalui Kroasia.

Advertisement