JAKARTA, KBKNEWS.id — Warga RT 5/RW 5, Kelurahan Plamongansari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah, menolak pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan mereka.
Warga keberatan karena SPPG tersebut dibangun di tengah kawasan permukiman. Mereka khawatir aktivitas dapur yang berlangsung sejak malam hingga pagi hari dapat mengganggu kenyamanan dan ketenangan warga.
Salah seorang warga, Sutikno (63), mengatakan rumahnya berada tepat di belakang bangunan SPPG. Ia mengaku aktivitas pembangunan saja sudah cukup mengganggu. Kekhawatiran warga, menurutnya, juga berkaitan dengan aktivitas operasional setelah dapur mulai digunakan.
“Rumah saya kebetulan di belakang persis (SPPG),” ujar Sutikno saat diwawancarai, Jumat (18/9/2026).
Selain potensi kebisingan, warga juga mempertanyakan pengelolaan limbah dari kegiatan dapur. Sutikno menilai persoalan tersebut perlu diperhatikan karena SPPG berada di kawasan permukiman.
“Karena ini permukiman. Ini dituntut warga juga,” katanya.
Sutikno menyebut warga dan pihak SPPG sebelumnya telah melakukan mediasi. Namun, pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan. Menurut dia, sebagian besar warga tetap menyampaikan penolakan terhadap pembangunan SPPG di lokasi tersebut.
“Padahal warga lantang semua, menolak. Hampir semua menolak,” ujarnya.
Sutikno berharap SPPG yang pembangunannya disebut hampir rampung itu dapat dipindahkan ke lokasi yang lebih sesuai. Warga menginginkan dapur MBG dibangun di kawasan yang tidak berada di tengah permukiman padat.
“Saya sih berharap dipindah yang sesuai kawasan dan tidak permukiman padat,” kata Sutikno.





