SAMPANG-Banjir luapan sungai Kemuning yang melada Sampang semakin meluber. Kondisi ini, diakibatkan kawasan utara kemungkinan besar tadi malam diguyur hujan lebat. Sehingga, dengan kondisi saat ini, banjir di Sampang belum bisa dipastikan kapan akan surut.
“Sudah dua hari kami terendam banjir dan hingga detik ini air terus membesar,” kata Wawan warga yang tinggal di lokasi banjir, Kamis (2/2/2017) seperti dikutip Beritajatim.
Wawan juga mengatakan, karena banjir merendam alat-alat dapurnya membuat dirinya beserta sesisi rumahnya mulai kelaparan. Sehingga memaksa menerjang banjir untuk mencari makanan. “Terpaksa kami mulai mengungsi karena mulai kelaparan,” tuturnya.
Menurut warga lainnya, Rahman yang juga tinggal di Kelurahan Delpenang mengatakan, berdasarkan pengalaman puluhan tahun menjadi korban banjir sudah tidak pernah lagi mengharapkan bantuan. Sebab, selama banjir berlangsung dirinya tidak pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah. Meski dirinya pernah mendengar bahwa setiap banjir Dinas Sosial (Dinsos) setempat selalu mendistribusikan nasi bungkus.
“Halah nasi bungkusnya cuma dibagikan kepada korban yang di pinggir saja, yang di pelosok hanya mendengar kabarnya saja kalau ada pembagian nasi bungkus,” tegasnya.
Sementara itu hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari Dinsos setempat. Bahkan Wisnu Hartono kepala BPBD Sampang, juga tidak bisa di konfirmasi lantaran sedang menjalankan ibadah umroh.
Seperti diketahui, banjir luapan sungai Kemuning yang merendam Sampang  terjadi sejak Selasa. Rata-rata ketingian air mencapi 1 meter.



