Warga Sipil di Afrin Bersyukur Turki Berantas Teroris

Militer Turki berjaga di Afrin/ AFP
AFRIN – Warga Suriah di Afrin merasa bersyukur dengan adanya operasi pemberantasan teroris Kurdi dan ISIS di wilayahnya yang dilakukan Turki sejak Sabtu pekan lalu.
Anak-anak di jalanan berteriak “Allahu Akbar” (Tuhan yang terbesar) setelah suara tembakan artileri Turki. Beberapa hanya memakai sandal di musim dingin yang membeku saat mereka bermain di lumpur. Sementara seorang tukang cukur terbuka memotong rambut anak kecil. Begitulah gambaran yang ditangkap AFP saat berada di lokasi. operasi.

Ahmad, seor
ang tukang kayu berusia 25 tahun, memperkirakan operasi tersebut tidak akan segera berakhir. “Ini akan memakan waktu lama,” katanya. “(Afrin) tidak bisa diambil dengan cepat karena warga sipil yang tidak berdosa juga tinggal di sana.” tambahnya.

Tapi Ahmad tidak takut dengan suara tembakan mortir. “Tidak ada orang di sini yang takut akan penembakan karena orang sudah terbiasa dengannya.” ujarnya.

Selain itu, Hassan Lahmouni, yang berusia 60-an tahun, mengungkapkan rasa lega pada operasi Turki tersebut. “Tanpa campur tangan Turki kita akan mati.” ungkapnya, pada AFP.

Meskipun tidak ada terobosan dramatis di lapangan, seorang perwira pasukan khusus Turki kedua mengatakan bahwa operasi tersebut merupakan operasi yang dihitung.

“Sangat dipikirkan dengan baik, kami bertujuan untuk korban minimal,” katanya.

Advertisement