BANTEN – Gempa magnitudo 6,7 yang terjadi di Banten Jumat kemarin membuat masyarakat Desa Tamanjaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, kembaliĀ mengungsi ke hunian tetap (huntap) yang dahulu mereka gunakan usai tsunami Selat Sunda tahun 2018.
Ade Sutoni, Kepala Desa (Kades) Tamanjaya, menyebut hanya sebagian warga yang bertahan di kampung untuk ronda dan menjaga rumah masyarakat.
“Setelah saya survei dari Kampung Paniis sampai Kampung Tamanjaya, itu rata-rata pada ngungsi. Hanya beberapa saja [yang bertahan], itu juga yang berjaga di tiap kampung biar rumah enggak sampai kosong,” kata dia, Sabtu (15/1), pada CNNIndonesia.com.
Menurutnya, warga mengungsi ke huntap atas inisiatif sendiri lantaran sudah memiliki kebiasaan langsung pergi ke huntap yang berada di dataran tinggi jika ada gempa besar.
“Direncanakan ngungsi sampai besok, tapi tergantung situasi besok pagi. Karena kekhawatiran ada gempa susulan. Alasan warga mengungsi sih karena disini dulu pernah terjadi tsunami, jadi mereka pada trauma,” terangnya.





