Warga Terdampak Gempa di Kaki Rinjani Sudah Bosan Tinggal di Pengungsian

ilustrasi Pengungsi beristirahat dalam tenda darurat yang dibangun di sekitar pemukiman tempat tinggal mereka di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Senin (6/8). Warga terpaksa tinggal di tenda darurat di ruang terbuka seperti sawah, lapangan dan halaman rumah mereka karena khawatir akan adanya gempa susulan, dan para pengungsi berharap mendapatkan bantuan berupa makanan, air dan selimut. ANTARA

LOMBOK – Warga terdampak gempa di kaki Gunung Rinjani hingga kini masih hidup di tenda pengungsian dan berharap bantuan dari pemerintah segera terealisasi.

Kepala Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Sunardi, mengatakan gempa beruntun yang melanda Lombok pada akhir Juli hingga Agustus mengakibatkan 90 persen rumah penduduk rusak.

Sunardi menyebutkan rincian kerusakan rumah meliputi 1.322 rumah rusak berat, 215 rumah rusak sedang, dan 349 rumah rusak ringan.

Sementara dari jumlah warga yang rumahnya rusak berat, baru 600 warga yang menerima buku rekening BRI dan hingga saat ini dana bantuan yang dijanjikan pemerintah belum turun kepada warga di Sembalun Bumbung.

“Harapan kami semoga ini cepat didengar presiden bahwa warga sudah bosan di tenda pengungsian, sementara hujan juga mau datang,” ujar Sunardi, Selasa (23/10/2018), dilansir Republika.

 

Advertisement