DAR ES SALAAM – Pengguna internet di Tanzania dan Zanzibar kini dengan mudah dapat melaporkan secara aman dan tanpa nama apapun tentang pelecehan seksual anak melalui portal online khusus yang disediakan.
Inisiatif baru yang diluncurkan pada hari Selasa (3/10/2017) adalah bagian dari upaya global yang dipelopori oleh Internet Watch Foundation (IWF) berbasis Inggris untuk melindungi korban pelecehan seksual anak karena menderita tekanan emosional saat gambar dan video tentang dirinya dibagikan secara online.
IWF adalah badan amal internasional yang bekerja sama dengan para pemimpin industri Internet global untuk membantu membuat web ini, menjadi tempat yang aman bagi pelanggan Internet. Melalui tim ahli, organisasi tersebut telah membantu ribuan korban pelecehan seksual anak di seluruh dunia dengan mengidentifikasi dan menghapus gambar dan video online tentang pelecehan terhadap mereka.
Proyek inovatif ini, didukung oleh Kepolisian Tanzania dan mitra global lainnya, memungkinkan pengguna web dimanapun mereka melaporkan gambar atau video pelecehan seksual terhadap anak.
Pelecehan seksual terhadap anak-anak merupakan masalah besar di Tanzania yang mempengaruhi ratusan korban, kata beberapa pejabat.
Susie Hargreaves, Chief Executive Officer IWF mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa memiliki portal pelaporan online akan memberi orang Tanzania kepercayaan untuk melaporkan gambar mengerikan tanpa rasa takut.
“Kami ingin pengguna web Tanzania terlindungi dari tersandung gambar yang mengganggu ini. Namun, jika mereka melakukannya, kami ingin mereka tahu ada tempat yang aman dan terpercaya di mana mereka dapat melaporkan apa yang telah mereka lihat,” katanya.
“Kami tahu dari pekerjaan kami bahwa hanya satu laporan yang bisa membantu kami menghapus satu, atau bahkan seribu gambar ilegal. Terkadang, hanya satu laporan yang bisa dilakukan untuk mengidentifikasi dan menyelamatkan anak dari pelecehan seksual.”
Dikutip dari Anadolu, menurut data dari Tanzania Communications Regulatory Authority (TCRA) ada 20 juta pengguna internet di Tanzania – sekitar 40 persen dari populasi 50 juta negara itu.





