Waspada! Banyak Anak Muda Kini Terjangkit Kanker

JAKARTA, KBKNEWS.id — Tren medis global menunjukkan lonjakan kasus kanker di kalangan dewasa muda di bawah usia 50 tahun ( early-onset cancer ). Fenomena ini menjadi perhatian utama di Amerika Serikat.

The New York Times melaporkan pola peningkatan secara sistematis sejak tahun 1990. Angka kenaikan kasus naik 1-2 persen bahkan 6 persen pada beberapa kanker tertentu.

Salah satu penyintas kanker yakni Whitney Johnson, seorang perempuan berusia 36 tahun asal Portland, Oregon. Whitney terdiagnosis kanker payudara triple-negative stadium 2B secara tak terduga di tengah upayanya membangun karier dan menata hubungan asmara yang baru berjalan dua tahun.

Sebelum menjalani perawatan intensif seperti kemoterapi dan operasi masektomi ganda, dokter meminta Whitney mempertimbangkan prosedur pembekuan sel telur (egg freezing) guna menjaga peluang memiliki anak di masa depan. Johnson mengungkapkan tekanan emosional yang melandanya.

“Awalnya pikiran saya bahkan tidak berfokus pada kankernya, melainkan pada seluruh proses pembekuan sel telur dan dampaknya bagi masa depan saya serta hubungan saya,” katanya.

Kondisi tersebut turut memberikan tekanan besar pada hubungan asmaranya serta menimbulkan isolasi sosial dari lingkungan sekitar. Ketika teman-teman sebayanya sedang melangkah maju seperti menikah dan memiliki anak, Johnson merasa terhenti di tempat. “Rasanya sangat sedih melihat teman-teman dapat mengambil langkah berikutnya dalam hidup mereka, sementara saya harus mengambil langkah mundur ke dalam ketidakpastian,” tutur ujarnya.

Mengenai pemicu di balik meningkatnya angka kanker pada usia muda, para ilmuwan mengidentifikasi setidaknya 14 jenis kanker, termasuk kanker payudara, usus besar (colorectal), pankreas, dan rahim. Semua itu mengalami kenaikan angka kejadian. Terdapat bukti kuat yang mengaitkan obesitas, konsumsi alkohol, serta pola makan buruk seperti konsumsi daging merah dan makanan olahan (ultra-processed foods) berlebih dengan kenaikan kasus kanker usia dini.

Selain itu, para peneliti menguji hipotesis biologi molekuler terbaru, seperti paparan bakteri E. coli pada masa kecil yang memicu mutasi genetik pemicu kanker usus besar di kemudian hari. Perubahan pola reproduksi masyarakat modern juga turut berpengaruh, di mana masa menstruasi perempuan kini dimulai lebih awal sementara usia kehamilan pertama bergeser menjadi lebih tua.

Meskipun Whitney Johnson kini telah menyelesaikan kemoterapi dan dinyatakan bebas dari sel kanker, perjuangan fisiknya belum sepenuhnya berakhir usai menjalani rekonstruksi payudara. Fenomena meningkatnya kanker di usia muda meninggalkan trauma berkepanjangan bagi para penyintas muda yang merasa kurang dipahami oleh publik. Melalui kesaksiannya, Whitney berharap masyarakat dapat lebih berempati pada perjuangan para pasien kanker di usia muda.

“Banyak orang ingin membantu tetapi tidak tahu caranya. Pada akhirnya Anda merasa sangat sendiri, dan saya membagikan cerita ini agar orang lain di posisi yang sama merasa tidak sendirian,” paparnya.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here