Waspada!  Covid-19 di Jakarta Naik Lagi

Kewaspadaan harus ditingkatkan karena angka penambahan Covid-19 harian di sejumlah wilayah termasuk DKI Jakarta naik lagi dalam beberapa hari ini.

PANDEMI Covid-19 di level nasional tren penyebarannya terus turun, namun di beberapa daerah termasuk DKI Jakarta harus diwaspadai karena terjadi kenaikan dalam beberapa hari terakhir ini.

Pertambahan harian Covid-19 di Indonesia, Rabu (13/) tercatat 1.551 kasus, naik dibandingkan sehari sebelumnya 1.453 kasus, namun dibandingkan sepekan sebelumnya (Rabu, 6/4), jumlah itu jauh berkurang, apalagi dibandingkan puncak pandemi  (16/2) 64.718 kasus.

Kontribusi DKI Jakarta sendiri dalam pertambahan kasus harian cukup tinggi, misalnya, Rabu (13/)  699 kasus dari angka nasional (1.551 kasus) atau mendekati separuh angka nasional.

Penambahan kasus harian di DKI Jakarta cukup signifikan, mengingat pada hari-hari sebelumnya hanya berkisar antara 200 sampai 300 kasus.

Peningkatan kasus harian Covid-19 selain di DKI Jakarta, juga dilaporkan terjadi di Jawa Tengah, Bangka Belitung, Kalimantan Utara dan Bali.

Guru Besar Fakultas Kedokteran UI Prof. Dr. Tjandra Yoga Adhitama merespons kenaikan angka penyebaran Covid-19 di lima provinsi tersebut perlu dikaji lebih dalam termasuk apakah cuma variasi data mingguan yang bisa berubah lagi.

Ia menyarankan agar kegiatan surveillance sindromik dan juga genome secuencing  ditingkatkan, dan kasus-kasus harian harus terus dicermati dan diawasi.

Sementara Jubir Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi meminta agar kagiatan antisipasi ditingkatkan untuk menghadapi kemungkinan lonjakan kasus Cvid-19 pasca musim mudik lebaran nanti.

Diperkirakan 83,5 juta penduduk di kota-kota besar terutama dari Jabodetabek akan mudik setelah dua lebaran tahun sebelumnya dilarang dalam upaya menekan laju penyebaran Covid-19.

Bagi calon pemudik tahun ini yang sudah divaksin primer dan kedua  atau disuntik vaksin lengkap, hanya dipersyaratkan hasil negatif tes antigen maksimal 1 x 24 jam atau rapid test PCR maks. 3 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Bagi calon pemudik yang memiliki komorbid yang tidak bisa divaksin, harus menunjukkan surat keterangan dokter dari RS pemerintah dan hasil tes rapid tes PCR maks. 3 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Covid-19 belum berakhir, bahkan kota dagang dan industri,  Shanghai di China, Selasa lalu (12/4) memberlakukan lagi lockdown setelah 25.141 warganya terpapar Covid-19 tanpa gejala.

Agar kasus lonjakan Covid-19 tidak terulang lagi seperti pasca dua  lebaran sebelumnya, keseriusan semua pihak, baik pemerintah  provinsi atau kota asal maupun tujuan pemudik untuk meningkatkan pengawasan dan para pemudik diminta mematuhi prokes.

Patuhi prokes, demi keselamatan diri, keluarga dan handai taulan di kampung halaman.

 

Advertisement