Nairobi – Virus flu burung strain H5 mulai menjangkit di beberapa negara Afrika. Setiap pemerintah saat ini mengambil langkah waspada, salah satunya dengan memperhatikan hewan ternak unggas.
Otoritas Kenya dan Rwanda, mengatakan, mereka melarang produk-produk unggas dari negara tetangga Uganda, tempat mewabahnya virus flu burung strain H5.
“Pemerintah melarang impor unggas dan produk unggas dari Uganda dengan segera,” ujar Menteri Pertanian Kenya Willy Bett dalam sebuah konferensi pers,Rabu (19/1) seperti diberitakan AFP.
Langkah dari Nairobi diambil dua hari setelah Rwanda juga memblokir impor unggas.
“Rwanda telah menerapkan langkah untuk mencegah penyakit tersebut. Kami sudah sementara waktu menghentikan impor produk-produk unggas,” ujar Christine Kanyandekwe dari Kementerian Pertanian.
Dia mengatakan bahwa Rwanda mengimpor 50.000 anak ayam dan 100 ton telur dari Uganda setiap bulan. Sementara laporan untuk Kenya belum tersedia.
Kementerian Pertanian Uganda pada Minggu mengumumkan telah mendeteksi flu burung di antara burung yang bermigrasi, dan telah menyebar ke burung peliharaan.
Di kedua area tempat terdeteksinya virus, sejumlah burung teruji positif terjangkit H5, yang dapat memengaruhi manusia dan hewan, serta dapat menyebabkan kematian dalam jumlah besar di kedua spesies,” ungkap kementerian.
Komisaris sementara Uganda yang bertanggung jawab atas kesehatan hewan, Dr Anna Ademun, mengatakan virus itu “dipastikan pada tingkat H5”.




