LONDON–Peneliti menungkapkan kenaikan suhu rata-rata 0,5 derajat di India dalam 50 tahun terakhir sangat mengkhawatirkan. Peningkatan suhu ini menyebabkan kenaikan gelombang panas hingga 150 persen dan bisa menyebabkan kematian.
Demikian temuan peneliti dari University of California yang dipublikasikan dalam jurnal Scince Advance. Dua tahun lalu, India juga pernah dilanda gelombang panas hebat yang menewaskan ribuan orang. Jumlah ini dikhawatirkan bisa meningkat jika kenaikan suhu terus terjadi.
“Saya terkejut dengan besarnya kemungkinan kematian massal karena kenaikan suhu,” ujar Steven J. Davis, seorang profesor sains di universitas tersebut, seperti dikutip Thomson Reuters, Rabu (7/6) kemarin.
“Bahkan di bawah skenario pemanasan global yang lebih rendah, Anda masih melihat kenaikan suhu 2, 3 atau lebih derajat. Ini sangat mengejutkan,” katanya.
Selama ini, gelombang panas di India kerap terjadi dan menimbulkan banyak korban jiwa. Di Tahun 2010, 1.300 orang tewas, 1.500 orang juga menjadi korban pada tahun 2013; dan puncaknya pada tahun 2015 yang menelan korban hingga 2.500 orang.
Namun, selama ini pemerintah terkesan abai dengan besarnya korban jiwa ini. Pasalnya, sebagian besar korban diam di desa dan tidak terekspos. Davis menilai, warga miskin paling terdampak dalam bencana ini. Bukan hanya karena mereka tak memiliki sumber daya, tapi juga karena mereka mengalami kelangkaan air bersih dan tempat berlindung dari panas. “Perawatan medis yang terbatas juga memperparah kondisi kesehatan mereka,” tuturnya.





