Waspada! Penyakit Cacar Monyet

Antisipasi penyebaran virus monkeypox yang terdeteksi di Singapura perlu dilakukan terutama di wilayah perbatasan seperti Riau, Batam dan Tg. Pinang (foto: briloi)

TEMUAN pemerintah negara jiran Singapura tentang lima warganya yang positif mengidap penyakit cacar monyet (monkeypox) berasal dari Afrika tersebut harus diantisipasi segera dengan aksi pencegahan.

Jika tidak, virus tersebut dikhawatirkan akan cepat menjangkiti terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah berbatasan dengan Singapura seperti Kepulauan Riau, Batam dan Tanjung Pinang.

Sejauh ini aparat kesehatan RI sudah melakukan pemantauan terhadap kesehatan penumpang ferri internasional berasal dari Singapura yang masuk melalui Bandar Sri Bintan Pura  di Tanjung Pinang atau Bandar Sekupang dan Batam Centre di P. Batam.

Pencegahan tersebut dilakukan dengan cara memantau kesehatan penumpang di pelabuhan ferri internasional Sri Bintan Pura, khususnya penumpang yang berasal dari Singapura.

Berbeda dengan pemeriksaan di Tg. Pinang yang masih menggunakan cara manual karena keterbatasan peralatan dan lagi pula penumpang ferrinya tidak banyak, Kepala Dinas Kesehatan Batam Dedi Kusmarjadi menyebutkan pihaknya telah memasang alat pengukur suhu tubuh di pelabuhan ferri di kota tersebut.

Penyakit cacar monyet  ditularkan pada manusia melalui hewan, seperti tikus atau hewan pengerat lainnya, terutama di kawasan Afrika Tengah dan Barat dan tercatat 42 orang meninggal akibat penyakit tersebut di Republik Demokrasi Kongo pada 2018.

Seseorang bisa terkena virus cacar monyet melalui kontak darah, cairan tubuh, atau mukosa (selaput lendir, red) hewan yang terinfeksi.

Kasus pertama di Singapura diketahui dari seorang warga berasal dari Nigeria yang tiba di Singapura pada 28 April lalu dan dipastikan terpapar virus campak monyet pada 8 Mei.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengemukakan, pencegahan penyakit campak monyet perlu dilakukan dengan berhati-hati jika berinteraksi dengan hewan, jangan sampai tercakar, jaga kebersihan dan juga kesehatan dengan pola makan yang baik.

Sementara itu, Vietnam dilaporkan akan memobilisasi militernya untuk membantu mengatasi demam babi berasal dari Afrika yang membuat lebih 1,2 juta ternak babi dimusnahkan.

Virus yang terdeteksi menyerang ternak babi di Vietnam sejak Februari lalu dilaporkan juga berjangkit dengan cepat di China pada 2018 yang segera memusnahkan satu juta ekor babi.

Sejauh ini, belum ada laporan bahwa demam babi menulari manusia, namun penyakit ini mematikan terhasap babi yang terserang.

Waspada dengan melakukan tindakakan pencegahan sedini mungkin diperlukan, sebelum wabah terjadi, apalagi jika sudah sempat meluas.

 

 

 

 

 

Advertisement