Waspada Penyakit Musim Pancaroba di Akhir Tahun, Ini yang Paling Sering Muncul

Penyakit-penyakit ini sering mucul saat musim pancaroba di akhir tahun. (Foto: Pixabay)

Jakarta, KBKNews.id – Desember selalu identik dengan suasana yang hangat dan menyenangkan. Liburan panjang, momen berkumpul bersama keluarga, hingga berbagai perayaan membuat akhir tahun terasa spesial.

Namun di balik itu semua, perubahan cuaca yang tidak menentu di musim pancaroba justru menjadi tantangan tersendiri bagi kesehatan. Curah hujan yang meningkat, suhu yang naik-turun, serta mobilitas tinggi selama liburan dapat menurunkan daya tahan tubuh.

Kondisi inilah yang membuat sejumlah penyakit musim pancaroba di akhir tahun lebih mudah muncul dan menyebar. Agar akhir tahun tetap sehat dan nyaman, penting untuk mengenali penyakit yang paling sering menyerang di musim pancaroba serta cara pencegahannya.

Penyakit yang Sering Muncul saat Pancaroba

1. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Musim hujan identik dengan genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Tak heran jika kasus demam berdarah dengue cenderung meningkat menjelang dan selama akhir tahun.

Gejala DBD umumnya berupa demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, hingga muncul bintik merah di kulit. Pada kondisi tertentu, DBD dapat menyebabkan komplikasi serius sehingga membutuhkan penanganan medis segera.

Pencegahan utama dilakukan dengan menerapkan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, mengubur barang bekas, serta langkah tambahan seperti menggunakan lotion anti-nyamuk dan menjaga lingkungan tetap bersih dari genangan air.

2. Flu, Batuk, dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Perubahan suhu yang drastis, udara lembap, serta kelelahan akibat aktivitas liburan membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi saluran pernapasan. ISPA dan influenza menjadi penyakit yang paling sering muncul di musim pancaroba.

Gejalanya meliputi batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan, hingga sesak napas. Penyakit ini mudah menular, terutama saat berada di keramaian atau ruang tertutup.

Langkah pencegahan dapat dilakukan dengan rutin mencuci tangan, menggunakan masker saat sakit atau berada di tempat ramai, menjaga asupan gizi, serta memastikan waktu istirahat yang cukup. Vaksin influenza juga dapat menjadi perlindungan tambahan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.

3. Diare dan Gangguan Pencernaan

Liburan akhir tahun sering diiringi dengan wisata kuliner. Sayangnya, makanan atau minuman yang kurang higienis dapat meningkatkan risiko diare dan gangguan pencernaan, terutama saat musim hujan.

Diare perlu diwaspadai bila disertai muntah terus-menerus, demam, atau tanda dehidrasi seperti mulut kering dan lemas. Pencegahan bisa dilakukan dengan memastikan makanan matang sempurna, menghindari konsumsi makanan basi, mencuci tangan sebelum makan, serta minum air bersih dan matang.

4. Tifus (Demam Tifoid)

Tifus merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Penyakit ini sering muncul akibat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Risiko tifus meningkat saat bepergian dan jajan sembarangan di musim liburan.

Gejala tifus meliputi demam berkepanjangan, tubuh lemah, nyeri perut, dan penurunan nafsu makan. Untuk mencegahnya, penting menjaga kebersihan makanan, menghindari jajanan yang tidak higienis, serta mempertimbangkan vaksin tifoid bila diperlukan.

5. Infeksi Kulit

Lingkungan yang lembap dan pakaian basah akibat kehujanan dapat memicu infeksi kulit, seperti panu, kurap, atau infeksi pada luka terbuka. Jamur dan bakteri lebih mudah berkembang pada kondisi kulit yang lembap.

Pencegahan dilakukan dengan segera mandi dan mengganti pakaian setelah kehujanan, menjaga kulit tetap kering, serta menggunakan pakaian yang mudah menyerap keringat.

6. Dehidrasi dan Kelelahan

Meski cuaca terasa lebih dingin, kebutuhan cairan tubuh tetap harus terpenuhi. Aktivitas padat selama liburan sering membuat seseorang lupa minum air putih, sehingga berisiko mengalami dehidrasi dan kelelahan.

Pastikan tubuh terhidrasi dengan minum air putih minimal delapan gelas per hari, membatasi minuman manis dan berkafein, serta mengatur waktu istirahat yang cukup.

Tips Menjaga Kesehatan di Musim Pancaroba

Agar tetap bugar hingga pergantian tahun, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan. Di antaranya menjaga pola makan seimbang, tetap aktif bergerak meski sedang liburan, mengelola stres, dan tidur cukup.

Jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter jika muncul gejala yang tidak membaik dalam dua hingga tiga hari, demam tinggi, atau tanda bahaya seperti sesak napas dan dehidrasi.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here