JAKARTA, KBKNEWS.id – Pemerintah memastikan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) akan mulai diterapkan setelah Lebaran sebagai langkah penghematan energi di tengah kenaikan harga minyak dunia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kebijakan ini berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta diimbau untuk sektor swasta, kecuali layanan publik.
“Sesudah Lebaran kita akan berlakukan. Untuk ASN maupun imbauan untuk swasta, tetapi bukan sektor pelayanan publik,” ujarnya usai salat Idul Fitri di Jakarta, Sabtu (21/3).
WFH akan diterapkan satu hari dalam sepekan. Pemerintah akan berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan implementasinya berjalan efektif.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kebijakan ini berpotensi menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) hingga sekitar 20 persen. Menurutnya, penerapan sehari dipilih untuk menjaga keseimbangan antara fleksibilitas dan produktivitas kerja.
Selain itu, jika diterapkan pada hari seperti Jumat, WFH dapat menciptakan akhir pekan panjang yang mendorong aktivitas rumah tangga sekaligus memberi dampak positif bagi sektor pariwisata.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet mendorong langkah penghematan energi, termasuk mempertimbangkan WFH sebagai respons terhadap ketidakpastian global.
Ia menilai pengalaman selama pandemi COVID-19 menunjukkan sistem kerja dari rumah mampu meningkatkan efisiensi, termasuk penghematan BBM.
Sejumlah negara seperti Thailand, Filipina, dan Pakistan juga telah menerapkan kebijakan serupa guna menekan konsumsi energi nasional.





