JENEWA – Badan Kesehatan Dunia WHO mengatakan tingkat vaksinasi yang rendah dan kelelahan publik membuat varian baru corona yang dinamakan omicron merebak di Afrika.
Para pakar mengatakan bukan hal mengejutkan ketika muncul varian baru virus corona. Kurang dari 8% orang di Afrika yang divaksinasi terhadap COVID-19, menciptakan lingkungan bagi virus ini untuk terus merebak dan bermutasi.
Dr. Mary Stephen, pakar teknik di WHO Kantor Afrika mengatakan dengan tidak adanya vaksin, warga masyarakat perlu didorong untuk menerapkan langkah-langkah lain untuk mengurangi perebakan dan menyelamatkan jiwa.
“Kita tidak boleh lelah. Kita harus terus memastikan bahwa kita mematuhi aturan untuk mengenakan masker wajah, menjaga jarak dan mencegah pertemuan dalam jumlah besar yang tidak perlu, memastikan keberhasihan tangan; jadi ada bentuk-bentuk perlindungan lain yang dapat dilakukan selain vaksinasi,” ujarnya, dikutip VOA.
Para ilmuwan di Afrika Selatan pekan lalu mendeteksi varian omikron. Penelitian masih terus dilakukan untuk menentukan bagaimana varian baru ini menyebar dan reaksinya terhadap vaksin.
Sejumlah negara seperti Inggris, Amerika dan Uni Eropa telah memberlakukan larangan perjalanan ke bagian selatan Afrika.





